PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Armi (21) gadis cantik asal Prabumulih ini ditahan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu selama 20 hari kedepan setelah menjalani pelimpahan tahap dua dari penyidik Polda Bengkulu atas kasus penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis sabu beberapa waktu lalu dan kini statusnya naik satu tingkat dari tersangka menjadi terdakwa, Rabu (18/9/2019).

Usai menjalani tahap dua saat diwawancarai Terdakwa mengatakan, dirinya bekerja sebagai pemandu lagu di salah satu Cafe yang ada di Kota Bengkulu. Terdakwa mengaku sudah tiga tahun mengonsumsi barang haram tersebut namun tidak mengedarkannya dan dirinya mendapatkan narkoba dari rekannya.

“Kerja di Cafe jadi pemandu lagu, barang itu dari temen,” ucap Terdakwa.

Terdakwa mengaku menyesal dengan perbuatannya tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

“Nyesal, janji gak ngulangi lagi,” ungkap Terdakwa.

Sementara itu, JPU Kejari Depa Herlina mengatakan, terdakwa dikatogorikan sebagai pemakai, untuk barang buktinya 0,02 gram. Terdakwa dikenakan Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang tindak pidana narkotika.

“Terdakwa ditahan di Lapas Perempuan Bentiring. Untuk rehabilitas tidak ada permohonan yang diajukan terdakwa,” kata Depa.

Diketahui, gadis berparas cantik ini ditangkap pada 30 juli 2019 sekira pukul 01.00 WIB di Kontrakannya yang berlokasi di Kelurahan Lingkar Barat Kecamatan Gading Cempaka Kota Bengkulu oleh Ditresnarkoba Polda Bengkulu. Pada saat penggeledahan polisi menemukan 1 paket kecil narkoba jenis sabu didalam plastik klip bening yang disimpan didalam kotak rokok Sampoerna. [Anto]