PesomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sejumlah 17 orang remaja dari kalangan mahasiswa, pelajar dan umum (fresh graduate) mengikuti Kelas Belajar Menulis dan Desain Grafis, secara gratis. Kegiatan dilangsungkan di Umea’ Meno’o (Rumah Pusaka) Rejang yang di kelola Sabril dan Sri yang berada di Desa Air Meles Atas Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong – Bengkulu. Aktivitas belajar yang dilakukan dengan sederhana duduk lesehan di kolong Umea’ Meno’o ini dilaksanakan mulai pukul 11.00 – 16.00 WIB.

Kegiatan ini digagas oleh Aji Asmuni (Penggiat Media) bersama Muhamad Antoni (Penulis di Curupedia.wordpress.com & Jurnalis KBR 68H). Juga didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bengkulu.

Selain penggagas kegiatan yang menjadi Pemateri, turut hadir Arie Saputra (Jurnalis Harian Rakyat Bengkulu) mengisi materi yang juga sebagai perwakilan dari AJI Kota Bengkulu.

Kegiatan belajar dilakukan secara swadaya dan pola pembelajaran atau pemberian materi digelar secara sederhana di ruang terbuka berbentuk lesehan. Lokasi dan jadwal ditentukan secara mufakat oleh peserta. Setidaknya akan ada 5-6 kali pertemuan untuk menguasai materi dasar penulisan.

Diungkapkan Aji Asmuni, kegiatan ini dilatarbelakangi dari laju perkembangan masa. Zaman yang disebut-sebut Era Milenial, banyak perubahan yang mewarnai kehidupan masyarakat kini khususnya di tataran komunikasi dan informasi. Termasuk juga dalam mengamati perkembangan informasi.

“Kini informasi tak melulu dihasilkan oleh praktisi pers atau media. Masyarakat memiliki hak atas informasi dan komunikasi. Baik hak dalam memperoleh informasi maupun hak atas mengelola informasi. Setiap tahun dunia pendidikan pun selalu menciptakan generasi yang bisa membaca, menulis dan berhitung. Media untuk mengelola dan memperoleh informasi pun semakin beragam. Karena sejatinya kedaulatan pers ada di jurnalisme warga,” kata Aji.

Arie Saputra selaku pengurus AJI Kota Bengkulu mengapresiasi kegiatan yang digagas kawan-kawan. Terlebih kegiatan ini dilakukan secara Gratis alias tanpa ada bayaran apapun dari peserta. Kegiatan ini juga selaras dengan program kerja (proker) AJI khususnya di bidang pendidikan.

“Ilmu itu mahal, eruntunglah kalian (peserta) yang bisa mengikuti kegiatan ini. Karena ada banyak orang di luar sana yang sudah menempuh pendidikan menulis, tapi belum tentu bisa jadi penulis. Hari ini telah dibuktikan, bahwa dengan pola swadaya, kegiatan ini bisa dilaksanakan,” kata Ari [Julkifli Sembiring]