PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dampaknya merambah ke Provinsi Bengkulu. Pasalnya, akibat Karhutla tersebut sejumlah Daerah di Provinsi Bengkulu ikut terselimuti kabut asap dari Karhutla di Sumsel.

Enam titik wilayah di Provinsi Bengkulu yang terdampak asap akibat Karhutla di Sumsel diantaranya, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu.

Anggota Komite II DPD RI Hj Riri Damayanti John Latief mengatakan, kebakaran lahan di Indonesia yang terjadi hampir setiap tahun menjadi perhatian serius yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah. Sebab menurut Riri, jika kabut asap masih menyelimuti bangsa ini maka visi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul akan terhambat.

“Ini masalah yang serius yang harus segera ditangani oleh pemerintah. Selama karhutla masih terjadi, visi SDM unggul cuma mimpi. Bangsa ini tidak akan pernah jadi bangsa unggul saat ini di masa depan jika rakyatnya terus dihantui kabut asap. Bencana ini luar biasa merusak sendi-sendi utama kehidupan bangsa ini terutama masa depan anak-anak kita yang terpapar asap,” kata Riri Damayanti kepada media (16/10/2019).

“Bayi dan anak-anak serta kelompok rentan lainnya (perempuan, ibu hamil, hingga lansia) adalah korban yang paling merasakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap, kita ambil contoh di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan. Ibu hamil yang terpapar asap dan tidak ditangani dengan baik berpotensi melahirkan bayi stunting, cacat atau bahkan meninggal,” tambah Riri Damayanti.

Oleh karenanya, Ketua Umum Pemuda Jang Pat Petulai ini berharap, kedepan, pemerintah agar pansus karthula untuk upaya pencegahan terhadap kebakaran lahan terutama lahan gambut yang sulit untuk dipadamkan termasuk pemanfaatan lahan gambut untuk tujuan ketahanan pangan di Indonesia.

“Jadi, Pansus Karhutla ini cukup penting untuk pencegahan karena (kebakaran) gambut paling susah dipadamkan. Saya harap, dengan cara ini dapat mencegah adanya kebakaran dan memaksimalkan potensi lahan gambut sebagai tujuan mewujudkan ketahanan pangan,” ucap Riri Damayanti.

Sementara, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Provinsi Bengkulu Rahayu Mailansari mengatakan bahwa enam titik wilayah di Provinsi Bengkulu yang terdampak asap akibat Karhutla di Sumsel ini dikarenakan angin dari Tenggara mengarah ke arah Barat Laut. Rahayu juga menyampaikan, kabut asap tersebut kemungkinan masih bisa menyebar di beberapa wilayah Provinsi Bengkulu lainnya seperti Kabupaten Muko Muko dan Kabupaten Bengkulu Utara.

“Untuk Oktober, November, Desember, itu termasuk musim hujan dan hujan akan berpengaruh terhadap kabut asap karena asap akan terkena air hujan,” jelas Rahayu. [Medi Muamar]