PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Kabupaten Rejang Lebong di tahun 2019 ini memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan.

Atas keberhasilan ini, di tahun 2020 mendatang mendapatkan dana insentif daerah (DID) sebesar Rp19.234.171.000. Hal itu disampaikan Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bengkulu Ismed Saputra.

Selain DID, tahun 2020 juga, Rejang Lebong akan mendapatkan kucuran dana lainnya seperti dana alokasi umum sebesar Rp623.719.957.000. Kemudian dana bagi hasil sebesar Rp3.852.498.000. Dana alokasi khusus fisik Rp76.060.088.000, dana alokasi khusus nonfisik sebesar Rp102.137`588.000 dan dana desa sebesar Rp114.517.590.000.

Penyerahan dana transfer daerah untuk tahun 2020 mendatang diserahkan langsung oleh Kakanwil Direktorat jenderal perbendaharaan Provinsi Bengkulu Ismed pada kegiatan Penyerahan Piagam Penghargaan Menteri Keuangan Republik Indonesia kepada Bupati Rejang lebong atas pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2018 oleh Kakanwil Direktorat jenderal perbendaharaan Provinsi Bengkulu digelar kemarin di aula rumah dinas Bupati Rejang lebong Jum’at (11/10).

Dalampenyerahan piagam penghargaan tersebut diterima oleh Bupati Rejang Lebong A Hijazi, dihadiri sejumlah kepala OPD, camat dan sejumlah pejabat lainya.

“Selain penghargaan WTP dari pusat juga ada dana insentif daerah nilainya Rp19 miliar lebih, “kata Ismed.

Dijelaskan Ismed, untuk mendapakan WTP banyak kriteria, misalnya penyelesaian pembahasan APBD yang tepat waktu oleh DPR dan pemerintah daerah dan pelayanan publik pada masyarakat dan kriteria lainya.

“Harapan kami ini bisa dipertahankan dan kedepan bisa lebih baik lagi,” harapnya. Sementara itu, untuk dana insentif daerah sebesar Rp19 miliar lebih diberikan pada Pemda untuk penggunaannya tergantung pada daerah apakah untuk pelaksanaan kegiatannya.

Bupati Rejang Lebong A Hijazi menjelaskan, dengan mendapatkannya dana insentif daerah (DID) dari pusat sebesar Rp19 lebih pada tahun 2020 mendatang, rencananya sebagian akan digunakan untuk pembangunan rumah sakit berada di dua jalur untuk percepatan penyelesaian fisik. Selebihnya, sambung Bupati, nanti akan dimanfaatkan untuk dinas instansi terkait untuk mengecek sesuai kebutuhanya.

Sementara itu, terkait dengan pemberian penghargaan WTP, menurutnya ini merupakan kerjakeras dan semangat OPD untuk mendapatkan penghargaan ini sehingga tercapai. Menurutnya, semua harus dipertahankan dari seluruh sektor.

“Alhamdulilah atas kerja keras pada seluruh OPD dan mereka bersemangat untuk mengejar penghargaan dan tercapai dari perwujudan kerjasama yang kuat dan ini perlu harus dipertahaknan,” ungkap Bupati. [Julkifli Sembiring]