PedomanBengkulu.com, Bengkulu Kota – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bengkulu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Jalan Aren RT 1 Sungai Rupat, Senin (28/10/2019).

Sidak ini merupakan tindak lanjut atas laporan warga terkait adanya aktifitas pembangunan pelapis tebing yang mengakibatkan aliran sungai menjadi tersumbat.

Waka I DPRD Kota Bengkulu Marliadi mengatakan, untuk proses pembangunan pelapis tebing ini harus disetop terlebih dahulu.

Diketahui, berdasarkan laporan warga, bahwa pembangunan pelapis tebing ini dibangun oleh Sahlan Sirad, suami mantan Anggota DPR RI Annarulita Muchtar.

“Silahkan membangun tapi jangan mengganggu aktifitas masyarakat,” tegas Marliadi, Senin (28/10/2019).

Marliadi menilai bahwa ada aturan yang dilanggar dalam pembangunan pelapis tebing tersebut.

”Kalau sekilas, kita melihat ada pelanggaran. Tapi nanti kita mediasi terlebih dahulu. Dan kita akan libatkan juga BPN dan lainnya,” ungkap Marliadi.

Sementara Ketua RT 1 Jalan Aren, Kelurahan Cempaka permai, Buyung Amin mengatakan bahwa pembangunan pelapis tebing itu, berdasarkan informasi yang kami terima digunakan untuk mengamankan tanahnya.

“Kalau dari informasi yang kami terima, pembangunan ini untuk mengamankan tanahnya,” kata Buyung.

Selain itu, Buyung menganggap, pembangunan ini telah mengganggu aliran sungai. Sebab, sudah setengah dari aliran sungai yang terbendung.

“Sekarang sisa aliran sungai paling cuma setengah meter. Kami sudah berusaha selesaikan secara kekeluargaan tapi belum menemui titik temu,” ungkap Buyung.

Buyung mengkhawatirkan pembangunan itu mengakibatkan banjir di wilayah tersebut semakin parah. Sebelum dibangun saja, ratusan rumah di Jalan Aren tergenang banjir.

“Kalau dibangun seperti ini kan sungai semakin sempit, air mau kemana kalau seperti ini,” jelas Buyung. [Medi Muamar]