PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tiga terdakwa kasus dugaan suap proyek Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2015 dan 2016 yakni Apip Kusnadi selaku PPK Irigasi dan Rawa II pada Satuan Kerja Pelaksana Jaringan Pemanfaatan Air (Sakter PJPA) BWS Sumatera VII Bengkulu, M. Fauzi selaku Kasatker PJPA BWS Sumatera VII Bengkulu, dan Edi Junaidi selaku Kasatker Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VII Bengkulu menjalani sidang perdana dengan agenda sidang perdana pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Bengkulu, Senin (11/11/2019).

Dalam sidang yang diketuai Majelis Hakim Riza Fauzi SH, CN dengan Anggota Agus Salim  SH Mh dan Nich Samara, SH, MH.
Sementara, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menurunkan dua Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Feby Dwyandoapendy dan  Rio Frandi. Selain itu JPU menghadirkan empat saksi yaitu DeviAgus Perwira , Armis, Asmawi dan I ketut Sudjana , yang merupakan kontraktor dan pengawas pada pengerjaan proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Nipis Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan tahun Anggaran 2016.

JPU KPK Feby Dwyandospendy megatakan, sidang perdana adalah sidang lanjutan kasus suap sebesar 150 juta rupiah BWS Sumatera VII Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2015 dan 2016. Dalam kasus ini tiga terdakwa lainnya yaitu Amin Anwari selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BWS Sumatera VII Bengkulu, Murni Suhardi selaku Direktur PT Mukomuko Putra Selatan Manjuto, dan Parlin Purba selaku Kasi Intel Kejati Bengkulu sudah divonis pengadilan beberapa waktu lalu. Terdakwa Parlin Purba divonis 5 tahun dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan, Amin Anwari dan Murni Suhardi masing-masing divonis 2 tahun dan denda Rp50 juta subsider 4 bulan kurungan.

“Sidang akan dilanjutkan minggu depan. Kita akan hadirkan mantan Asintel Kejati Bengkulu Edi Sumarno dan Jaksa Parlin Purba,” ujar Feby Dwyandospendy. [Anto]