PedomanBengkulu.com, Bengkulu Utara – Polsek Batiknau melaksanakan diskusi Kamtibmas dan antisipasi rencana demo melarang truk batubara melintas oleh empat desa di wilayah Kecamatan Batiknau yaitu Desa Bintunan, Desa Air Lakok, Desa Selolong dan Desa Serangai, Selasa (24/12/ 2019) pukul 10.00 WIB di kantor Polsek Batiknau.

Ipda Susilo, selaku Kapolsek Batiknau mengatakan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama dan pelaku kriminal di jalur lama lintas Provinsi Bengkulu akan dilakukan tindakan hukum.

“Menjaga keamanan merupakan tanggungjawab bersama sehingga beberapa kejadian kriminal di jalur lama atau pesisir lintas Provinsi Bengkulu seperti pelemparan truk batubara jangan sampai terulang kembali. Apabila pelaku adalah oknum warga empat desa tersebut maka akan dilakukan pembinaan, namun jika pelaku adalah orang luar maka aparat desa bisa melaporkan kepada Polisi untuk dilakukan tindakan hukum,” ungkap Ipda Susilo.

Ia mengungkapkan, untuk mengantisipasi demo, Tripika akan mengundang pengusaha angkutan batu bara, perusahaan pertambangan dan mobil CPO dan juga akan berkoordinasi dengan Kadishub Kabupaten Bengkulu Utara.

“Untuk mengantisipasi rencana demo empat desa tersebut Tripika akan mengundang pengusaha angkutan batubara, perusahaan pertambangan dan mobil CPO untuk duduk bersama dengan perwakilan masyarakat dalam mencari solusi sehingga aktivitas kendaraan tidak mengganggu masyarakat dan Tripika juga akan berkoordinasi dengan Kadishub Kabupaten Bengkulu Utara untuk membatasi muatan truk batubara sehingga tidak mengakibatkan jalan rusak,” ungkapnya.

Susilo menambahkan, Tripika juga akan menjembatani perwakilan empat desa tersebut untuk bertemu dengan Satuan Kerja Sementara/Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) terkait rencana pembangunan jalur Bintunan-Serangai.

“Tripika akan menjembatani perwakilan empat desa untuk bertemu dengan SNVT PJN,” imbuh Ipda Susilo.

Sahbandi selaku Camat Batinau mengatakan jika usaha yang dilakukan tersebut nantinya tidak ada respon, maka akan dilakukan demo sesuai undang- undang.

“Demo merupakan jalan terakhir jika hal yang didiskusikan hari tidak ada respon dan akan dilakukan sesuai dengan undang-undang,” imbuhnya.

Dari pantauan PedomanBengkulu.com peserta yang hadir dalam diskusi tersebut yaitu Kapolsek Batiknau dan Jajarannya, Camat Batiknau Sahbandi, Danramil Lais kapten inf Subardi, dan keempat Kades yang diundang.[Sugeng]