PedomanBengkulu.com, Lebong – Memasuki pekan terakhir tahun 2019, ternyata masih ada desa di Kabupaten Lebong terancam tidak dapat mencairkan Dana Desa (DD) tahap ke tiga. Pasalnya, dua desa yakni Desa Gandung dan Desa Semelako II sampai saat ini belum menyelesaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahap dua. Sedangkan satunya lagi, Desa Nangai Amen memang belum ada pengajuan tahun 2019, sejak ditinggal Kades sebelumnya yang tersandung kasus hukum.

“Untuk tahap tiga memang tinggal dua Desa desa lagi yakni Desa Gandung dan Semelako II. Jika Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) tahap dua, pastinya kita akan segera proses untuk mencairkan yang ketiga,” ungkap Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Sosial (PMD Sos) Kabupaten Lebong, Reko Heryanto kepada PedomanBengkulu.com Kamis (2612/19) sore.

Ditambahkan Reko, laporan pertanggungjawaban DD tahap kedua memang menjadi syarat wajib, untuk pengajuan pencairan DD tahap ketiga. Pihaknya berharap, dari Pemdes dapat segera menyampaikan laporan realisasi program sebelumnya, agar sama dengan desa-desa lainnya juga bisa menyelesaikan kegiatan tahap ketiga.

“Terkhusus untuk Desa Nangai Amen, memang sampai saat ini belum ada mencairkan DD-ADD tahun 2019. Karena LPJ tahun 2018 belum disampaikan, apalagi sejak Kades mereka berhadapan dengan masalah hukum, saat ini masih dipimpin Plh Kades yakni Sekretraris Desa,” ucapnya.

Ketika ditanyakan soal penempatan Penjabat Kades Nangai Amen, Reko dengan gamblang menyampaikan pihaknya belum bisa memprosesnya. Salah satu alasannya, belum ada usulan dari Pemerintah Kecamatan Lebong Utara untuk pengisian Penjabat Kades.

“Belum diproses, karena memang belum ada usulan nama dari Kecamatan. Jika usulannya sudah masuk, kami akan segera sampaikan ke Bupati Lebong untuk proses penerbitan SK Penjabat Kades setempat,” demikian Reko.[Supriyadi]