PedomanBengkulu.com, Lebong – Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 sudah didepan mata. Namun untuk kandidat yang ingin maju dalam Pilkada 2020, harus konsisten dalam satu jalur. Karena Komisi Pemilihan Umum (KPU) membatasi bakal pasangan calon kepala daerah hanya mendaftar pada satu jalur pencalonan saja. Bahkan, bakal calon yang sudah menempuh pencalonan perseorangan, tidak bisa lagi mendaftarkan diri sebagai calon yang diajukan partai politik.

Walaupun KPU baru membuka tahapan penyerahan syarat dukungan bagi bakal calon perseorangan pada Februari 2020. Bakal calon yang lolos verifikasi, bisa mendaftarkan diri bersamaan dengan pendaftaran bakal calon dari jalur parpol di bulan Juni.

“Bakal calon perseorangan yang sudah masuk proses verifikasi, kalau pun tidak lolos tidak bisa lagi maju Pilkada diusung oleh parpol. Memang aturannya jelas dan harus konsisten di jalur perseorangan,” kata Komisioner Divisi Hukum KPU Kabupaten Lebong, Devi Irawan SH kepada PedomanBengkulu.com Kamis (26/12/19) siang.

Dijelaskan Devi, aturan pembatasan satu jalur pencalonan itu tertuang dalam Peraturan KPU nomor 3 tahun 2017, yang diubah menjadi PKPU nomor 15 tahun 2017 dan PKPU nomor 18 tahun 2019 tentang pencalonan Gubernur/Wakil gubernur atau Bupati dan Wakil Bupati atau walikota atau Wakil Walikota.

“Pada Pasal 34 berbunyi, bakal pasangan calon perseorangan yang telah mengikuti proses verifikasi administrasi, sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat 1. Bakal pasangan calon perseorangan tidak dapat diajukan sebagai calon dan atau bakal pasangan calon oleh partai politik atau gabungan partai politik,” jelas Devi.

Artinya, lanjut Devi, aturan ini juga berlaku jika bakal calon perseorangan tidak lulus verifikasi.
Maka kandidat tersebut juga, tidak bisa menempuh pendaftaran jalur partai politik. Bahasa regulasinya, batasannya adalah saat tahap verifikasi. Ketika seseorang sudah melalui verifikasi berkas dukungan perseorangan, tidak bisa lagi lompat ke jalur parpol. Walaupun pada akhirnya berkasnya tidak lulus verifikasi.

“Pada intinya siapapun kandidat yang berminat maju Pilkada, harus konsisten dari awal. Jika ingin maju jalur perseorangan, tentunya tidak bisa lagi maju jalur parpol. Untuk itu, dari awal memang harus sudaj dimantapkan terlebih dahulu,” demikian Devi.

Untuk diketahui tahapan jalur perseorangan pada Pilkada Lebong 2020, harus melampirkan dukungan masyarakat yang dilengkapi salinan e-KTP. Jumlah dukungan minimal 7.723 orang, yang tersebar di minimal 7 kecamatan.

Penyerahan syarat dukungan dibuka 19 – 23 Februari 2020. Setelah penyerahan syarat dukungan, KPU lalu menggelar tiga tahap verifikasi. Yang pertama penelitian jumlah minimal dukungan dan sebaran. Lalu verifikasi administrasi untuk mengecek kemungkinan dukungan ganda atau orang tidak memenuhi syarat. Adapun tahap terakhir verifikasi faktual, dengan mengkonfirmasi langsung ke masyarakat tentang dukungannya terhadap bakal calon. [Supriyadi]