PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Peristiwa kecelakaan yang dialami Bus Sriwijaya, bukan kali pertama. Bus yang identik dengan warna biru tersebut sudah beberapa kali mengalami kecelakaan. Dilansir dari berbagai sumber, sebelum insiden di Kota Pagaralam Sumatera Selatan, bus Sriwijaya pernah mengalami kecelakaan di Kabupaten Kaur.

Pada tanggal 18 Juni 2018, bus Sriwijaya jurusan Lampung – Bengkulu mengalami kecelakaan di kawasan Tebing Batu, Kecamatan Nasal Kabupaten Kaur sekitar pukul 23.00WIB. Kecelakaan tersebut terjadi hanya berselang 4 hari setelah hari raya Idul Fitri, dan membuat 27 dari 35 orang penumpang luka-luka.

Kemudian pada tanggal 26 maret 2019, kecelakaan kembali dialami bus Sriwijaya di jalan lintas Tunggal Tebing Rambutan, sekitar pukul 01.50 dini hari. Kecelakaan terjadi saat bus dalam posisi jalan menanjak, dan diduga oleng lantaran diduga AS roda mobil tersebut patah sehingga tidak dapat dikendalikan hingga mengakibatkan mobil terbalik. Bus membawa 28 orang penumpang, dan tidak ada korban jiwa.

Kasat lantas Polres Kaur Iptu Robets Mashar, saat dikonfirmasi pada tanggal (26/3/2019) mengatakan, anggota polisi langsung melakukan pengecekan saat informasi kecelakaan.

“Ya benar, bus Sriwijaya jurusan Lampung – Bengkulu yang pada saat akan menanjak, mobil tersebut oleng dikarenakan menurut sopir mobil tersebut, patah AS roda sehingga mobil tersebut terbalik. Mobil mengangkut 28 orang penumpang dan 2 orang sopir dan kernetnya,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kecelakaan lalulintas tersebut.

Alhamdulillah semuanya dalam keadaan selamat tidak ada korban jiwa hanya luka ringan,” jelasnya.

Berjarak 5 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 14 Juli 2014, Kecelakaan bus Sriwijaya juga pernah terjadi. Kecelakaan juga terjadi di Kabupaten Kaur, tepatnya jalan raya Desa Parda Suka kecamatan Maje. Kecelakaan terjadi saat bus hendak menanjak, dan kemudian terbalik. Beruntung tidak ada korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa tersebut.

Hingga tepatnya pada malam tanggal 23 Desember 2019 peristiwa memilukan terjadi. Bus jurusan Bengkulu-Palembang tersebut terjun ke jurang, dan membuat 28 korban tewas, dan 13 orang selamat. Pihak kepolisian, SAR dan warga bersama-sama melalukan evakuasi, terhadap korban kecelakaan yang juga banyak terdapat warga asal Bengkulu. Kecelakaan ini juga menjadi PR besar bagi lembaga terkait, untuk melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap moda transportasi darat pilihan masyarakat tersebut. [IT2006]