Postingan Akun Facebook yang meresahkan keluarga besar Almarhumah Wina

PedomanBengkulu.com, Kota Bengkulu — Pihak keluarga Almarhumah Wina Mardiani mahasiswi Universitas Bengkulu (UNIB) yang diduga menjadi korban pembunuhan melaporkan salah satu akun media sosial Facebook ke Polres Bengkulu.

Laporan tersebut lantaran keluarga korban merasa tidak terima dengan postingan akun Facebook Muhamad Iwan Irawan.

“Kita melaporkan facebook seseorang yang meng-update status itu seolah-olah dia tau kronologis kejadiannya pembunuhan Wina. Jadi kami pihak keluarga mengindikasikan bahwa ini ada keterlibatan dengan pelaku,” kata Okta Efriansyah adik dari ayah korban di Mapolres Bengkulu, Kamis (12/12/2019).

Okta Efriansyah menyatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polres Bengkulu terkait postingan tersebut dan nantinya akan diusut pihak kepolisian. Pemilik akun tidak menutup kemungkinan bisa menjadi saksi baru atau petunjuk baru.

“Ditanya polisi terkait posisi orang itu dimana dan kami jawabnya yang kami tau orang ini. Kami menduga orang ini di Lais untuk keterangan lebih lanjut nanti mungkin pihak kepolisian lebih tau,” ucap Okta Efriansyah.

Okta Efriansyah mengungkapkan pihaknya tidak mengenal pemilik akun facebook tersebut. Karena hal itu terkait laporan teman dekat keluarga korban yang melaporkan  postingan  facebook tersebut.

“Nah jadi kami dari pada kejadian hal yang tidak terduga lebih baik kami laporkan langsung ke pihak berwajib, apa tujuan dan maksud dari postingan itu,” ungkap Okta Efriansyah.

Okta Efriansyah membeberkan, inti dari postingan akun facebook tersebut seperti mengetahui dan menyatakan perkataan korban kasar sehingga wajar untuk dibunuh.

“Statusnya itu antara kejadian pembunuhan ini, seperti itu dia (pemilik akun) tau dan dia bilang bahwa mulut dari almarhumah anak kami ini kasar sehingga wajar untuk dibunuh, seperti itulah kira-kira kata-katanya. Jadi kami mengindikasikan seolah-olah dia ini tau. Kita tidak tau orang ini dimana, karena kami tidak menginginkan ada kejadian yang tidak diinginkan makanya kami langsung lapor ke pihak yang berwajib,” demikian Okta Efriansyah. [Anto]