PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Malam ini, tepat pukul 18.15 pihak Kanopi Bengkulu kembali mendapatkan laporan dari pemuda Teluk Sepang. Dua ekor Penyu Sisik ditemukan terdampar mati di pantai teluk sepang, tidak jauh dari lokasi pembuangan limbah PLTU Batubara Bengkulu.

Suarli selaku anggota Kanopi Bengkulu mengatakan, sementara ini belum diketahui penyebab matinya penyu tersebut.

“Kami mendapat laporan dari pemuda setempat, untuk sementara ini kami belum mengetahui penyebab matinya,” kata Suarli, Jumat (5/12/2019).

Selain itu Suarli menyampaikan bahwa Pihak Kanopi mendesak pemerintah untuk mengusut dengan serius penyebab kematian penyu yang secara beruntun selama dua bulan terakhir.

Belum adanya tindak-lanjut dari pemerintah atas kematian penyu di kawasan PLTU Batubara Bengkulu, juga dikecam oleh Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bengkulu (IMM). Pasalnya, ada 12 penyu mati sampai hari ini.

“Sepertinya perlu kita datangi Bapak Gubernur. Akan kita adakan aksi, mengingat ini sudah emergency dan tidak bisa ditoleransi. Apa mau nunggu ada korban jiwa dari kita baru benar-benar diusut?,” ujar Kelvin selaku koordinator IMM Bengkulu, Jumat (5/12/2019).

Menurutnya, ini sudah sangat parah jika harus menunggu hasil uji laboratorium saja tanpa adanya antisipasi dari pihak berwenang. Saat ini, PLTU dituding sebagai pihak yang paling bertanggungjawab.

“Meski belum sepenuhnya tanggungjawab ini kita lontarkan ke pihak PLTU Batubara, tapi setidaknya itulah penyebab dari kematian-kematian penyu semenjak PLTU berdiri,” katanya Kelvin.[Mario]