PedomanBengkulu.com, Lebong – Pasca kejadian banjir bandang Air Tik Gelibok Jum’at (27/12/19) yang menerjang sekitar 10 hektar lahan persawahan yang baru selesai ditanami padi, milik warga Desa Embong dan Kota Baru Kecamatan Uram Jaya. Sabtu (28/12/19), tampak masyarakat bergotong royong menormalisasi saluran Air Tik Gelibok agar lebih lancar. Apalagi saat ini masih musim penghujan, untuk menghindari terjadinya banjir bandang susulan karena saluran Air mengalami pendangkalan.

Kegiatan gotong royong ini juga dibantu jajaran Polres Lebong dipimpin langsung Kapolres Lebong AKBP Ichsan Nur beserta PJU dan anggota. Kemudian hadir juga Babinsa TNI, Ketua DPRD Lebong Calres Ronsen, Kadis dan jajaran Dinas Pertanian dan Perikanan (DPP), Plt Kadis dan jajaran PUPRP Lebong. Kemudian jajaran BPBD Lebong, Camat Uram Jaya beserta Kades desa terdampak dan perangkatnya.

Dari pantauan PedomanBengkulu.com, disaat kaum laki-laki melaksanakan kerja bakti membersihkan lahan dan menormalisasi saluran air Tik Gelibok. Kaum perempuan juga tidak kalah sibuk di dapur umum, untuk menyiapkan sejumlah kebutuhan konsumsi selama kerja bakti.

Jika melihat sisa banjir bandang tersebut, memang dibutuhkan alat berat untuk menormalisasi sejumlah lahan warga agar bisa kembali digarap oleh petani. Untuk itu, diperlukan komitmen bersama semua instansi terkait untuk langkah-langkah yang harus diambil untuk menormalisasi lahan milik warga tersebut.

Seperti yang disampaikan Kades Kota Baru, Abdullah kepada PedomanBengkulu.com dilokasi Sabtu siang (28/12/19). Dirinya menyampaikan terima kasih kepada semua jajaran yang sudah peduli dan turun langsung melihat apa yang dialami oleh warganya. Namun pihaknya berharap, dengan turun kelapangan langsung juga dapat segera dilakukan upaya penanggulangan pasca bencana yang dialami masyarakat.

“Kami berharap dengan turunnya mereka kelapangan ini melihat kondisi ini, mohon segera untuk membantu dapat menanggulangi supaya bencana ini bagi masyarakat tidak begitu berat beban. Untuk bisa memulihkan persawahan ini seperti sebelum terjadinya bencana. Mohon bantuannya terutama kepada Bupati Lebong, ataupun dinas-dinas yang lainnya,” ungkap Abdullah.

Sementara untuk konsumsi kegiatan gotong royong selama seminggu kedepan, kata Abdullah, dirinya secara pribadi dan jajaran Pemdes Kota Baru sudah melakukan pembahasan tingkat desa untuk menyiapkan konsumsi selama gotong royong dilaksanakan.

“Kami dari Pemdes Kota Baru siap untuk konsumsi selama seminggu, selama tanggap darurat ini,” singkatnya. [Supriyadi]