PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu membeberkan penanganan perkara baik penyelidikan maupun penyidikan serta penyelamatan kerugian negara yang dilakukan sepanjang tahun 2019.

Kepala Seksi Penyidikan Kejati Bengkulu, Danang Prasetyo, saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (30/12/2019) mengatakan pada tahun 2019 Kejati Bengkulu beserta seluruh jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) se Provinsi Bengkulu berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara dari tangan koruptor sebesar 10 miliar rupiah lebih. Sementara untuk jumlah perkara di Kejati dan Kejari se Provinsi Bengkulu yang masih tahap penyelidikan sebanyak 37 perkara 7 kasus diantaranya berada di Kejati Bengkulu. Untuk jumlah perkara di Kejati dan Kejari se Provinsi Bengkulu yang sudah penyidikan sebanyak 22 perkara 2 diantaranya berada di Kejati Bengkulu.

Sementara itu, sambung Danang, kasus dari Polda Bengkulu yang masuk ke Kejati Bengkulu maupun Kejari se Provinsi Bengkulu sebanyak 56 kasus dan perkara yang berhasil dieksekusi sebanyak 84 perkara.

“Uang yang kita selamatkan dari denda sebesar 2,2 Milyar lebih, uang pengganti 8,4 Milyar lebih, uang rampasan 197 juta lebih dan biaya perkara 192 juta lebih. Itu yang kita tangani selama 2019,” kata Danang.

Danang menjelaskan, dua perkara yang sudah penyidikan yaitu Kasus Irigasi Cendam Kabupaten Lebong dan Pembangunan untuk penahan Abrasi Pantai Ipuh Kabupaten Mukomuko. Untuk kasus yang sudah penyidikan di Kejari yaitu Kejari Lebong satu kasus, Kejari Bengkulu Utara ada satu, Kejari Bengkulu ada satu, Kejari Seluma ada satu, Kejari Rejang Lebong satu, Kejari Mukomuko ada dua, Kejari Kaur ada tiga.

“Kejari Kepahiang yang paling banyak ada tujuh dan Kejari Bengkulu Selatan ada tiga. Itu kita tangani semua penyidikannya,” jelas Danang. [Anto]