PedomanBengkulu.com, Rejang Lebong – Sekretaris Daerah Rejang Lebong RA Denni mengungkapkan bahwa pariwisata merupakan salah satu visi misi Bupati Rejang Lebong, namun Dinas Pariwisata sebagai leading sektor pariwisata dinilai masih belum melakukan trobosan yang berarti untuk pengembangan pariwisata tersebut. Bahkan promosi objek objek wisata yang ada di Rejang Lebong masih minim.

“Objek wisata yang kita miliki cukup banyak dan indah seperti Danau Mas Harum Bastari, Air Terjun Batu Bertiang, bahkan sekarang kita memengembangkan jeruk gerga dan kebun apel. Potensi yang ada ini belum terpublikasi sehingga orang luar tidak mengetahuinya. Promosi wisata ini penting dan tidak bisa dilakukan sendiri oleh dinas pariwisata, tapi harus menggandeng pihak pihak luar baik pengelola maupun media massa sehingga objek wisata ini bisa terpublikasi bahkan penting untuk di viralkan agar orang luar tau. Sekarang ini kita belum melihat halini,” kata Seketaris Daerah RA Denni pada saat membuka pelatihan pemandu wisata alam-ekowisata Rejang Lebong, Senin (2/12/2019) yang dilaksankan selama 3 hari kedepan.

Terkait kegiatan pelatihan terhadap pemandu wisata alam-ekowisata tersebut, Sekda meminta agar pemandu benar benar menguasai memahami wisata yang dipandu menguasai wilayah objek wisata dan bagaimana pemadu dapat menampilkan supaya orang yang dipandu senang dan dapat kembali lagi

“Pemadu harus bisa senyum, dan menguasai sejarah dan mampu menjelaskan objek-objek wisata yang dikunjungi. Kalau pariwsata berkembang maka sudah tentu perputaran ekonomi masyarakat juga akan meningkat,” kata Sekda.

Ditambahkan Sekda, masyarakat pengelola objek wisata juga harus bersama sama mengembangkan objek wisata yang ada. Ia juga mengakui bahwa pengembangan objek wisata di rejang Lebong terlambat.

“Pengembangan wisata harus dilakukan oleh semua pihak tidak bisa sendiri sendiri, wisatawan yang datang juga harus merasa nyaman, nah artinya juga masyarakat juga bisa menjaga dan memberikan kenyamanan kepada tamu kita. Pengembangan wisata ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah seperti contoh kita sudah membangun Gajebo di objek wisata Bukit Kaba namun oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab malah gajebo ini dibakar. Inikan merugikan kita sendiri,” ujar Sekda.

Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Upik Zumratul Aini sendiri menyampaikan bahwa Pemandu Wisata mempunyai peran penting dalam Industri pariwisata, pemandu harus mampu membuat kesan yang baik kepada wisatawan.

“Setiap pemandu mempunyai cara tersendiri aga wisatawan yang dipandunya menjadi betah dan tinggal lebih lama. Sesuai dengan visi dan misi kabupaten, bahwa pariwisata merupakan prioritas dalam agenda pembanguan daerah, saya berahap seluruh peserta pelatihan pemandu wisata alam-ekowisata aga dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik baiknya,” kata Upik. [Julkifli Sembiring]