Pedomanbengkulu.com, Seluma – Puluhan petani yang menggunakan air bendungan Seluma, kembali melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Kabupaten Seluma pada Rabu (8/1/2020). Demonstrasi dilakukan untuk menuntut Bendungan Air Seluma dibuka, yang sampai saat ini masih ditutup karena ada pekerjaan normalisasi. Diketahui proyek normalisasi aliran bendungan yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII tersebut, belum selesai meski sudah melewati tahun anggaran

Usai melakukan orasi, para petani kemudian melakukan hearing dengan perwakilan DPRD, BWSS VII, Dinas Pertanian, Dinas PUPR dan Kontraktor. Hasilnya disepakati BWSS VII akan membuka aliran bendungan, dalam 13 hari kedepan dan pekerjaan diselesaikan oleh Kontraktor. Diketahui pekerjaan normalisasi aliran bendungan tersebut hanya menyisakan satu kilometer lagi.

“Kendalanya cuaca, kan dimana mana cuaca ekstrim dan banjir, itu saja kendalanya. Tetapi kami meyakini pekerjaan ini akan selesai. Kalau pekerjaan melewati tahun anggaran kan bisa diperpanjang 30 hari, tetapi ada sanksinya denda. Tetapi kalau tidak juga selesai maka putus kontrak,” jelas Kasatker PJPA BWSS VII, Dasmiri.

Sementara itu pihak petani mengaku akan melihat perkembangan pekerjaan dalam tiga hari, jika menurut petani tidak ada tanda tanda kelanjutan penyelesaian pekerjaan, petani menyatakan akan membuka sendiri aliran bendungan.

“Namun kalau tidak ada reaksi oleh pemborong dalam tiga hari, dari hari kamis sampai sabtu, hari senin kita buka (pintu aliran bendungan). Tetapi kalau reaksinya bagus (pekerjaan dilanjutkan), tenaganya ditambah (dan) pakai alat pakai molen, ya kita tunggu sampai 13 hari,” jelas Perwakilan Petani, Syamsir Ali.

Adapun petani membutuhkan aliran bendungan segera dibuka, karena lahan pertanian warga sudah mengering, dan tidak bisa ditanami lagi. Adapun penutupan aliran bendungan dilakukan sejak bulan Agustus 2019 lalu. [IT2006]