Tampak tersangka diamankan di Mapolres Bengkulu

PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Peran dan tugas orangtua adalah membimbing anak. Namun tidak dengan AP (34) warga Kota Bengkulu ini. Pria yang berprofesi sebagai buruh ini tega melakukan pencabulan terhadap putri kandunya sendiri yang masih di bawah umur.

Ironisnya perbuatan bejat AP tersebut telah dilakukannya sejak 2017 lalu.

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna, S.Ik di Mapolres Bengkulu, Jumat (24/1/2020) mengatakan pelaku melakukan perbuatan itu di rumahnya dan tidak diketahui oleh ibu korban.

Dalam aksinya, pelaku mengancam korban agar tidak melaporkan kepada ibunya. Terungkapnya kejadian tersebut ketika korban mengikuti proses pemeriksaan kesehatan. Ketika itu ditemukan kejanggalan, kemudian ketika ditanya korban menangis dan menyampaikan pernah digauli oleh ayah kandungnya sendiri. Atas dasar tersebut, korban langsung melaporkan ke Polres Bengkulu.

“Kemudian kita juga panggil ibunya dan ternyata ibunya juga baru tau bahwa si suami ini telah beberapa kali menyetubuhi anaknya,” kata Indramawan Kusuma Trisna.

Indramawan Kusuma Trisna menjelaskan, setelah mendapatkan laporan dari korban, anggota kepolisian langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka di kediamannya, Rabu (22/1/2020) sekira pukul 17.30 WIB.

Untuk motif polisi masih akan berkoordinasi dengan psikolog seperti apa motifnya dan itu akan digali. Tersangka juga akan diobservasi.

Indramawan Kusuma Trisna menegaskan kasus tersebut menjadi perhatian serius oleh pihaknya. Polres Bengkulu juga sudah berkordinasi dengan UPTD dan Perlindungan anak baik dari tingkat Provinsi maupun Kota untuk mengusut kasus tersebut.

“Memang masih banyak sekali di Bengkulu ini yang seperti ini. Kami juga berharap kepada  dinas terkait untuk ikut menghimbau atau memberikan penyuluhan kepada orang tua maupun anak-anak,” ucap Indramawan Kusuma Trisna.

Indramawan Kusuma Trisna menambahkan tersangka dijerat pasal 81 ayat 3 dan pasal 82 ayat 2 Undang Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dan undang undang perubahan nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara. [Anto]