PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu berhasil berhasil mengungkap narkoba golongan sabu seberat 2,2 Kilogram (Kg) dan ganja seberat 20 Kg. Mirisnya, seluruh narkoba yang melibatkan 7 orang tersangka itu merupakan pesanan dari penghuni Lapas Kelas II A Bentiring Kota Bengkulu.

Kepala BNNP Bengkulu, Brigjen Pol Agus Riansyah saat konferensi pers di Kantor BNNP Bengkulu, Rabu (12/2/2020) menjelaskan, narkoba jenis sabu seberat 1 Kg dipesan oleh Imron Narapidana (Napi) Lapas Kelas II A Bentiring Kota Bengkulu, sedangkan 1 Kg lagi yang diamankan dikediaman tersangka Amar Tarigan di Tebing Tinggi Sumatera Utara. Sementara untuk narkoba jenis ganja seberat 20 Kg merupakan pesanan dari Napi Eko Susanto

“Dalam pengungkapan ini, BNNP bekerjasama dengan Kantor Wilayah Kemenkumham Bengkulu BNN Kota Bukit Tinggi Sumatera Utara,” kata Agus.

Agus mengungkapkan, kronologis pengungkapan ini berawal dari penangkapan BNNP Bengkulu terhadap tersangka Amar Tarigan dikediamannya bersama barang bukti 1 Kg ganja. Kemudian BNNP Bengkulu melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan tersangka Sabri di kawasan Danau Kota Bengkulu. Selanjutnya BNNP melakukan penggeledahan di kediaman Sabri dan menemukan barang bukti 20 paket sabu siap edar seberat 1 ons beserta timbangan digital dan plastik bening berbagai ukuran. Hasil dari pemeriksaan petugas mendapatkan keterangan bahwa tersangka Sabri merupakan peluncur dari Imron yang merupakan Napi Lapas Kelas II A Bentiring.

“Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan ke Kota Bukit Tinggi Sumatera Utara dengan membawa tersangka Amar Tarigan dan petugas berhasil mengamankan 1 Kg sabu yang disimpan diatas lemari garasi rumahnya,” ungkap Agus.

Agus menerangkan, untuk pengungkapan ganja berawal dari tim yang melakukan pemantauan terhadap bus Putra Simas yang berangkat dari Medan menuju Kota Bengkulu yang diduga didalam Bus tersebut ada salah satu penumpang yang meruakan kurir narkoba. Selang beberapa waktu petugas mengamankan satu penumpang bernama Prananda ketika turun dari bus di daerah Kembang Sri Kecamatan Talang Empat Kabupaten Bengkulu Tengah. Ketika itu tersangka dijemput oleh dua orang dengan mengendarai sepeda motor melihat hal tersebut petugas langsung mengamankan keduanya. Dari tiga orang yang diamankan BNNP Bengkulu berhasil mengamankan barang bukti ganja yang disimpan dalam karung sebanyak 7 paket dan 1 paket sabu. Dalam penggeledahan di kos Prananda petugas mengamankan 6 paket sabu.

“Para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) jucto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 111 ayat (2) dan Pasal 114 ayat (2) subsider Pasal 112 ayat (2) Undang Undang Republik Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati,” jelas Agus. [Anto]