PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah –Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 12 Februari 2020 warga Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu dihebohkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki oleh warga yang akan pergi ke sawah di pinggir jalan persawahan Desa Sri Kuncoro Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Laki-laki tersebut adalah Ratiwan 49) warga Desa Talang Pauh Dusun I Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Provinsi Bengkulu. Ia merupakan penjual kebutuhan pertanian dan dikenal sebagai Khatib Masjid di lingkungannya.

Laporan peristiwa penemuan jasad itu membuat
Anggota Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu Tengah langsung bergegas mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), mengumpulkan bukti-bukti serta mengambil keterangan saksi. Kematian korban membuat pihak keluarga sangat terpukul karena berdasarkan keterangan Nurdin Firmansyah anak korban, ayahnya dikenal pendiam dan sebelum kejadian juga tidak ada masalah yang terjadi dengan pihak keluarga.

Kasus tersebut, tentunya menjadi atensi khusus bagi Anggota Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bengkulu Tengah dalam melakukan penyelidikan untuk menemukan siapa pelaku dugaan pembunuhan korban. Dalam penyelidikan kurang lebih seminggu, polisi mendapat petunjuk terkait siapa pelaku dugaan pembunuhan tersebut yang mengarah kepada salah satu teman korban yaitu DS warga Desa Sri Kuncoro. Kecurigaan polisi kepada DS terus didalami saat polisi menemukan bukti transfer uang dari korban kepada DS senilai 115 juta rupiah. Awalnya DS mengelak terkait uang tersebut dan DS diduga sempat diamankan atas kasus penggelapan uang tersebut. Penyelidikan terus didalami, mulai hasil olah TKP sampai bukti-bukti yang didapat. Akhirnya DS mengaku bahwa dirinya  yang telah membunuh korban, atas dasar tersebut, polisi menetapkan DS sebagai tersangka pembunuhan terhadap korban dan mengamankan barang bukti, parang yang diduga digunakan untuk membunuh korban, senapan angin, HP, Buku tabungan STNK sepeda motor dan keramik yang merupakan hasil kejahatan DS.

Usut-punya usut, dugaan pembunuhan yang dilakukan DS berawal ketika korban dan tersangka bersepakat untuk membuka usaha mobil. Kesepakatan itu sebulan sebelum peristiwa pembunuhan itu terjadi. Saat itu korban mentransfer uang kepada tersangka sebesar 115 juta rupiah untuk membuka saha mobil tersebut. Korban dan tersangka sempat mendatangi salah satu sowrum di Kota Bengkulu. Namun, setelah korban mentransfer uang itu kepada tersangka, dihari yang sama, tersangka mengambil uang tersebut tanpa izin dan sepengetahuan korban. Kemudian oleh tersangka uang tersebut diduga digunakan untuk membeli sepeda motor, serta merehap rumah yang intinya untuk keperluan pribadi.

Tak berselang lama, korban menanyakan soal kelanjutan usaha mobil tersebut. Lantaran diduga uang 115 juta itu sudah habis untuk keperluan pribadi, tersangka mengajak korban mengurungkan niat terkait usaha mobil itu dan mengajak korban beralih ke usaha roti. Namun setelah satu bulan berlalu usaha tersebut tak kunjung ada hasil, korban kemudian meminta kepada tersangka untuk mengembalikan uang 115 juta yang telah di transfer itu. Karena diduga tersangka tak bisa mengembalikan uang tersebut dan korban terus menagih terbesitlah niat tersangka untuk melakukan dugaan pembunuhan tersebut.

Sehari sebelum kejadian tepatnya pada Selasa siang 11 Februari 2020 korban dan tersangka bertemu dan tersangka mengajak korban keliling dari situ tersangka diduga sudah memiliki niat untuk menghabisi korban namun tersangka diduga bingung, kemudian tersangka mengantar korban pulang. Kemudian pada Selasa malam 11 Februari 2020, tersangka menelpon korban dan mengajak korban bertemu dan hingga akhirnya tersangka melangsungkan niatnya membunuh korban tersebut hingga korban meninggal dunia.

Kapolres Bengkulu Tengah AKBP Andjas saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu Tengah Senin (24/2/2020) mengatakan, motif sebenarnya dari dugaan pembunuhan terhadap korban masih didalami karena diduga pelakunya lebih dari satu orang. Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah pembunuhan tersebut masuk dalam dugaan pembunuhan berencana.

“Itulah yang disampaikan tersangka yang kemudian usaha itu sampai dengan satu bulan tidak ada hasilnya. Jadi tersangka ini dikejar-kejar terus sama pemilik uang dalam hal ini korban yang kemudian terjadilah dugaan pembunuhan tersebut,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga meminta kepada terduga pelaku lainnya yang identitasnya sudah diketahui supaya dengan kesadarannya untuk menyerahkan diri karena jika tidak pihaknya akan melakukan upaya refresif.

“Untuk nama-nama sudah kami kantongi tetapi kami sangat menghargai bilamana para pelaku yang bersama-sama dengan tersangka DS inimenyerahkan diri,” jelas Kapolres. [Anto]