PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kabar gembira hadir untuk warga kota Bengkulu khususnya peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Pasalnya, manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) nilainya naik, tanpa adanya kenaikan iuran.

Kepala BPJamsostek Cabang Bengkulu M. Imam Saputra menjelaskan, “Untuk kenaikan nilai manfaat JKK peningkatan beasiswa untuk dua orang anak mula dari TK hingga kuliah. Bagi peserta aktif yang meninggal dunia atau cacat total tetap akibat kecelakaan kerja dengan total maksimal Rp 174 juta per anak yang sebelumnya Rp 12 jutra atau naik sebesar 1350 persen dengan masa iuran selama 3 Tahun,” jelasnya.

Selain itu peserta yang mengalami kecelakaan kerja juga diberikan pelayanan Home Care selama 1 tahun dengan maksimal biaya Rp 20 juta.

”Santunan untuk tidak mampu bekerja yang atas saran doketr di minta untuk istirahat dirumah akan di gantikan upah 100 persen selama 12 Bulan pertama dan 50 persen untuk bulan selanjutnya sampai dinyatakan sembuh oleh dokter. Untuk transportasi darat menjadi Rp5 juta yang sebelumnya Rp 1 juta, biaya transportasi laut yang sebelumnya Rp1,5 juta menjadi Rp 2 juta, dan Rp 10 juta untuk transportasi udara yang sebelumnya hanya Rp 2.5 juta,” tambahnya.

Sementara itu , untuk biaya pemakaman peserta BPJamsostek yang tadi nya Rp 3 juta menjadi Rp 10 juta. Santunan berkala menjadi Rp 12 juta dari yang sebelumnya Rp 4,8 juta, santunan kematian naik menjadi Rp 20 juta yang sebelumnya hanya Rp 16,2 juta .

Pengganti gigi tiruan yang sebelumnya hanya Rp3 juta sekarang naik Rp 5 juta, dan untuk pengganti kacamata sebesar Rp 1 juta dan tambahan pemeriksaan Diagnostic untuk penyesuaian kasus penyakit akibat kerja.

“Jadi total santunan meninggal sebesar Rp 42 juta atau naik 75 persen. Sangat perlu ditegaskan bahwa seluruh kenaikan manfaat ini, tidak diikuti dengan kenaikankan iuran. Dengan kata lain manfaat besar dengan iuran tetap. Karena BPJamsostek dan penuntasan kemiskinan ini berjalan beriringan, dimana pada saat tulang punggung keluarga mengalami resiko kerja, penghasilan anggota keluarga lain tidak akan terhenti,” tutup Imam.[Rls]