Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Rejang Lebong menggelar doa bersama untuk KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Doa bersama ini dilakukan selama tiga hari yakni dari tanggal 3 Februari hingga 5 Februari 2020. Disi dengan Rangkaian doa, bacaan yasin, disertai tahlil. Doa bersama diikuti oleh Nahdliyin se-Rejang Lebong. Acara yang bertempat di Aula Kantor PCNU Rejang Lebong.

“PCNU Rejang Lebong merasa kehilangan sosok Gus Sholah. NU Rejang Lebong menunjukkan rasa berkabung ditandai dengan pembacaan yasin dan tahlil selama tiga malam. Tidak hanya dilakukan oleh pengurus saja, tetapi juga diikuti oleh warga dan simpatisan NU Rejang Lebong,” kata eks Ketua PC Ansor Rejang Lebong, Faham Syah, (04/2).

Faham yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PW Ansor Bengkulu menyebut, Gus Sholah merupakan sosok yang selalu menunjukkan keteladanan.

“Gus Sholah pernah berpesan agar Nahdliyin menjunjung tinggi kejujuran, satu kata satu pikiran, kedisiplinan, menghargai pendapat orang lain, kepedulian, dan silaturrahim,” kata Faham yang kini menjabat sebagai komisioner KPU Rejang Lebong ini.

Seperti diketahui, Gus Sholah mengembuskan nafas terakhir usai mendapatkan penanganan medis di RS Harapan Kita Palmerah, Jakarta Barat pada Ahad (2/2) pukul 20:59 WIB. Esok harinya, Senin (3/2), Gus Sholah dimakamkan di Kompleks Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Gus Sholah wafat pada usia 77 tahun. Almarhum merupakan adik KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang lahir pada 11 September 1942. Gus Sholah adalah anak ketiga dari pasangan KH Wahid Hasyim dan Nyai Hj Sholihah. Selain Gus Dur, saudara Gus Sholah adalah Nyai Aisyah, Dr Umar Alfaruq, Nyai Lily Wahid, dan Muhammad Hasyim. [Julkifli Sembiring]