PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Untuk melengkapi berkas perkara kasus dugaan pencabulan yang dilakukan DS oknum guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) terhadap dua murid laki-lakinya beberapa waktu lalu. Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Bengkulu bersama Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu menggelar rekontruksi atau reka adegan dugaan pencabulan tersebut, Jumat (14/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna mengatakan dalam rekontruksi tersangka meragakan 36 adegan di dua lokasi. Dalam rekontruksi tersebut tersangka melakukan dugaan pencabulan dengan cara memegang alat kelamin korban dan melanjutkan perbuatannya di Masjid karena pada saat kejadian korban sedang tidur di Masjid.

“Tidak ada adegan tambahan, semua sesuai dengan yang disampaikan, untuk fakta baru sementara belum ditemukan,” kata Indramawan.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Bengkulu Muhammad Anthoni mengatakan, memang rekontruksi bukan satu-satunya alat bukti tetapi dengan dilaksanakannya rekontruksi lebih menerangkan kasus tersebut sehingga memberikan keyakinan kepada JPU dalam pembuktian di persidangan nanti.

“Petunjuk yang disampaikan jaksa sudah dipenuhi oleh penyidik jadi tidak ada alasan lagi untuk kelengkapan berkas. Kalau pelimpahannya kita serahkan ke penyidik kapan akan melimpahkan ke kita dan nanti akan kita kaji,” kata Muhammad Anthoni. [Anto]