Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Polres Rejang Lebong berupaya agar pelaksanaan pemilihan kepala desa di 56 desa wilayah Rejang Lebong berjalan tertib dan damai. Bagi pelaku perorangan maupun kelompok yang melakukan tindakan provokasi agar pelaksanaan pilkades gagal atau mengganggu tahapan, Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika SIK melalui Kabag Ops Kompol Margopo SH mengatakan akan melakukan tindakan tegas baik dengan cara melumpuhkan pelaku dan melakukan penindakan secara hukum.

“Kita dari kepolisian berupaya agar pilkades di Rejang Lebong berjalan dengan tertip damai sesuai dengan tahapan yang telah dibuat. Bagi pelaku yang berupaya menggalkan pilkades akan kita tindak tegas dengan cara penegakan hukum terhadap pelaku penggaran hukum secara tegas, tuntas tidak diskriminatif dengan tetap menjunjung tinggi HAM dan supermasi hukum dengan dukungan petugas yang bekerja secara propesional, porposinal dan prosedural,” kata Kabag Ops, Selasa (4/2).

Ditambahkan Kabag Ops dalam menciptakan kamtibmas jelang pilkades ini, pihaknya melakukan pendekatan Preemtif dengan melakukan deteksi dini setiap perkembangan di tengah masyarakat yang potensial menimbulkan konflik. Melakukan pemetaan konflik di tengah masyarakat yang bersumber dari pentahapan pelaksanaan pilkades dan membuat deteksi dini dalam pencegahan konflik.

“Kita juga melakukan pemantaaun setiap kondisi di masyarakat yang dapat memicu konflik, kita juga melakukan pendekatan ke masyarakat khususnya yang memiliki keterkaitan dengan pilkada yang dapat menjadi sumber konflik dan menggalakkan sistem pengamanan lingkungan yang melibatkan masyarakat dan tokoh masyarakat di setiap desa,” kata Margopo.

Kabag Ops juga mengimbau agar seluruh masyarakat dan panitia pelaksanaan pilkades dapat menginformasikan potensi terjadinya konflik di wilayah masing-masing baik ke Polres Rejang Lebong ataupun langsung menginformasikan ke Personil Babinkamtibmas di wilayah desa masing-masing.

“Sekecil apapun informasi gangguan kamtibmas di wilayah masing-masing segera laporkan ke petugas yang ada di desa masing-masing agar pencegahan dapat segera dilakukan untuk mewujudkan pilkades aman dan damai.” pungkas Margopo. [Julkifli Sembiring]