PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu, menggelar kegiatan Sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 21 tahun 2019, Selasa (25/2) di Hotel Mercure Bengkulu.

UU tersebut berkaitan tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. “Sosialisasi UU No 21 tahun 2019 ini penting buat masyarakat dan khususnya pengguna jasa, karena banyak perubahan yang signifikan,” ujar Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bengkulu, M. Ischaq.

Dijelaskan Ischaq, UU ini telah berlaku sejak ditetapkan. Jadi, jika ada yang melanggar akan terkena ancaman selama 10 tahun penjara untuk impor dan 3 tahun untuk ekspor serta kegiatan antar area selama 2 tahun penjara.

“Melalui perubahan UU Nomor 16 Tahun 1992 menjadi UU Nomor 21 Tahun 2019, setiap lalu lintas impor, ekspor, dan antar area komoditas terutama hasil pertanian wajib melewati proses karantina guna memastikan jenis kualitas maupun kuantitas serta memastikan komoditi dalam keadaan sehat atau bebas dari hama ataupun penyakit hewan, ikan dan tumbuhan lainnya. Semua produk pertanian khususnya benih dan produk turunannya itu wajib dilaporkan ke karantina. Untuk biaya pemeriksaan paling murah sebesar Rp 5.000 atau tergantung seberapa banyak barang yang akan di karantina,” tegasnya. [Kucir.06]