PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu akan kembali memanggil semua pihak yang sudah dimintai keterangan beberapa waktu lalu terkait penyelidikan kasus dugaan gratifikasi yang terjadi pada pembangunan proyek Alun-alun Berendo Kota Bengkulu tahun 2019.

“Ada pemanggilan lagi minggu depan, pihak-pihak terkait yang kemaren sudah diperiksa akan dilakukan pemanggilan lagi,” jelas Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH.MH saat diwawancarai, Selasa (4/2/2020).

Penyelidikan dugaan gratifikasi milyaran rupiah pada proyek Alun-alun Kota Bengkulu tahun 2019 berawal dari laporan Amiruddin Murtuza Kuasa Direktur PT Karya Duta Mandiri Sejahtera, ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Namun belakangan laporan tersebut dicabut dengan alasan diselesaikan secara kekeluargaan dari pihak Endri Agustomi Direktur PT Civarligma Enggeenering selaku konsultan pengawas proyek. Pencabutan laporan Amiruddin ke Kejagung tersebut tidak membuat penyelidikan yang dilakukan Kejari berhenti melainkan tetap berlanjut.

Diketahui pada pemeriksaan terdahulu Kejari Bengkulu sudah memintai keterangan sejumlah pihak antara lain Amiruddin Murtuza Kuasa Direktur PT Karya Duta Mandiri Sejahtera, Endri Agustomi Direktur PT Civarligma Enggeenering selaku konsultan pengawas proyek, Mantan Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu Benni Irawan dan Ma’s Syabirin Thaher selaku PPTK. Mereka minggu depan akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan. [Anto]