PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu dalam waktu dekat akan meneapkan tersangka kasus penyimpangan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu seluas 8,6 hektar.

Pasalnya, tim penyidik Pidsus Kejari Bengkulu baru saja selesai menggelar ekspose internal terkait penyidikan kasus tersebut untuk menentukan oknum yang bertanggungjawab atas penyimpangan aset tersebut.

Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH.MH saat diwawancarai, Senin (9/3/2020) mengatakan, pihaknya belum bisa menyampaikan terlalu jauh terkait kegiatan ekpos tersebut namun Kajari menegaskan
ekspos yang dilaksanakan itu untuk menentukan siapa tersangkanya dalam kasus tersebut.

“Hasilnya belum bisa saya sampaikan sekarang, tapi memang benar adanya kegiatan ekpos untuk menentukan tersangka dan sudah mengantongi nama tersangkanya,” jelas Emilwan Ridwan.

Emilwan Ridwan mengungkapkan perhitungan kerugian negara yang dilakukan ahli keuangan  dalam kasus dugaan penyimpangan aset tersebut juga sudah selesai. Namun dalam hal ini, Kajari belum bisa mengungkapkan berapa jumlah calon tersangka dalam kasus tersebut.

“Kita tunggu perkembangannya, dalam waktu cepat, nanti kita sampaikan perkembangannya,” ucap Emilwan Ridwan.

Seperti dilansir sebelumnya pada tahun 1995 silam telah dilakukan pembebasan lahan milik Pemkot seluas 63 hektar yang terletak di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu oleh tim sembilan yang dibentuk Pemkot. Kemudian dilakukan pengukuran lahan dan hasil pengukuran lahan ternyata luasnya 62,9 hektar.

Kemudian seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 lalu di lahan tersebut diduga telah terjadi penympangan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mana penjualannya dilakukan secara terpisah atau parsial yang ujungnya dibuat dalam bentuk satu Hak Guna Bangunan (HGU) dengan luas lahan kurang lebih 8,6 hektar. [Anto]