PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu kekurangan alat bukti dalam penyelidikan kasus dugaan gratifikasi pembangunan Alun Alun Berendo Kota Bengkulu.

Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan Ridwan, SH MH saat diwawancarai, Senin (9/3/2020) mengatakan, dalam penyelidikan dugaan gratifikasi pembangunan proyek Alun Alun Berendo Kota Bengkulu terkendala hambatan karena pada awalnya pelapor yaitu Amiruddin Murtuza Kuasa Direktur PT Karya Duta Mandiri Sejahtera aktif, namun setelah itu ketika Kejari Bengkulu melakukan proses klarifikasi dan memintai keterangan sejumlah pihak pelapor mencabut laporannya tersebut.

“Memang agak merepotkan kami karena ini terkait alat bukti yang kita minta, tapi kita masih ada waktu karena masih ada tahapannya, saya belum memutuskan sikap terkait dengan penyelidikan tersebut. Kita tunggu saja, masih ada waktu kurang lebih satu bulan lagi untuk pelaksanaannya,” kata Emilwan Ridwan.

Diketahui, penyelidikan dugaan gratifikasi miliaran rupiah pada proyek Alun-alun Kota Bengkulu tahun 2019 berawal dari laporan Amiruddin Murtuza Kuasa Direktur PT Karya Duta Mandiri Sejahtera, ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI).

Namun belakangan laporan tersebut dicabut dengan alasan diselesaikan secara kekeluargaan dari pihak Endri Agustomi Direktur PT Civarligma Enggeenering selaku konsultan pengawas proyek. Dalam kasus ini Kejari telah melakukan pemanggilan terhadap sejumlah pihak untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan gratifikasi dalam pembangunan proyek tersebut. [Anto]