PedomanBengkulu.com, Lebong – Mendengar adanya kejadian kecelakaan penambang emas tradisional di Desa Lebong Tambang. Bupati Lebong H Rosjonsyah secara pribadi maupun Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lebong mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya. Dimana kejadian tersebut telah merenggut nyawa tiga orang penambang dan 12 orang penambang lainnya, harus dirawat intensif di Puskesmas Muara Aman dan RSUD Lebong.

“Secara pribadi maupun Pemda Lebong, saya menyampaikan ucapan duka cita sedalam-dalamnya. Semoga yang meninggal dunia mendapatkan tempat yang layak disisi-Nya. Kemudian bagi korban yang saat ini masih dirawat, semoga mendapatkan kesembuhan secepatnya,” ungkap Rosjonsyah.

Untuk diketahui, Sabtu (08/03/2020) sekitar pukul 13.30 WIB terjadi kecelakaan kerja yang menimpa pekerja tambang emas tradisional di Desa Lebong Tambang Kecamatan Lebong Utara. Diduga akibat kekurangan oksigen yang membuat pekerja mengalami keracunan udara dalam lobang tambang.

Dari kejadian tersebut, terdapat tiga korban yang meninggal dunia, meliputi Doni (34) Warga Desa Tunggang, Asmawi als Mawi (50) Warga Desa Lebong tambang dan Heri (45) Desa Lebong Tambang.

Kemudian ada 12 korban saat ini masih harus mendapat perawatan medis baik di Puskesmas Muara Aman, maupun di RSUD Lebong. Meliputi, Yodi (30) warga Desa Tunggang, Supriyadi (45) warga Lebong Tambang, Dedi Dahmudi (39) warga Ladang Palembang, Supian (34) warga Ladang Palembang, Supandi (18) warga Ladang Palembang, Sari (40) warga Ladang Palembang. Yulian als Juriak (37) warga Lebong Tambang. Insanir als ujang (45) warga Lebong Tambang, Junaidi, (32) Warga Desa Lebong Tambang, Vero (25) warga Kelurahan Tanjung Agung, Dedi (45) warga Desa Ladang Palembang dan terakhir Ashari, (40) warga Ladang Palembang. [Supriyadi]