PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Setelah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu sekitar 7 tahun, dua orang Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu yakni Imron Rosadi dan Mandan Kadis PUPR Provinsi Bengkulu Zulkarnain Muin hingga kini belum juga tertangkap karena diduga ada oknum yang melindungi kedua DPO tersebut.

Asisten Intelejen Kejati Bengkulu Pramono Mulyo, Senin (2/3/2020) mengatakan, terkait DPO tersebut pihaknya sudah mengerahkan anggota untuk mengejarnya, memang untuk wilayah Bengkulu ini sedikit kesulitan karena terkendala personal dan alat yang dimiliki. Meskipun begitu, pihaknya tidak pernah patah semangat dan selalu berkordinasi dengan adhiyaksa monitoring center Kejaksaan Agung untuk memback up menunjukkan titik-titik keberadaan DPO tersebut. Pihaknya juga mengungkapkan kemungkinan kedua DPO tersebut ada yang melindungi.

“Ada kemungkinan (dilindungi) tapi saya sudah sampaikan dengan jajaran saya kalau ada anggota saya yang melindungi mereka mohon maaf tidak ada ampun lagi bagi mereka,” kata Pramono Mulyo.

Pramono Mulyo menegaskan jika ada dari salah satu anggotanya yang melindungi maka akan ditindak tegas yaitu pemecatan secara tidak hormat. Pihaknya menargetkan secepat mungkin DPO tersebut ditangkap karena diawal tahun 2020 Kejati Bengkulu berasil menangkap dua orang DPO dan itu merupakan perintah langsung dari Kepala Kejaksaan Agung terkait DPO Kejaksaan Negeri Kabupaten Lebong.

“Saya diperintahkan Alhamdulillah dua hari kita bisa melaksanakan tugas itu, dan dua DPO sekaligus kita tangkap di Jakarta,” jelas Pramono Mulyo.

Pramono Mulyo mengungkapkan, kedua DPO yang belum tertangkap keberadaannya belum terdeteksi apakah di Bengkulu atau diluar Provinsi Bengkulu, dan itu masuk dalam program tangkap buronan. Untuk program tangkap buronan 2020 Kejaksaan Tinggi Bengkulu menjadi yang terdepan karena diawal tahun 2020 dua DPO dari Kejari Lebong ditangkap.

“DPO yang belum tertangkap jadi DPO hampir tujuh tahun, insya Allah segera kita tangkap, mohon doa restu masyarakat Provinsi Bengkulu,”ungkap Pramono Mulyo.

Diketahui, DPO Imron Rosyadi merupakan tersangka kasus korupsi pembangunan 4 kantor camat dan 9 kantor lurah di Kota Bengkulu tahun 2007. Sedangkan DPO Zulkarnain Muin merupakan tersangka kasus korupsi proyek lampu jalan tahun 2009 di Dinas PU Provinsi Bengkulu. [Anto]