Pedomanbengkulu.com, Seluma – Bulan ramadhan menjadi ladang rezeki bagi masyarakat, yang akan berjualan makanan untuk berbuka puasa atau takjil. Di Kabupaten Seluma, berbagai tempat mulai dari jalan lintas Bengkulu-Manna, kawasan pasar, hingga ke desa banyak didapati pedagang takjil. Namun pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia, dikhawatirkan dapat mempengaruhi jual beli takjil selama Ramadhan.

Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kabupaten Seluma, tidak memberikan larangan kepada masyarakat untuk berjualan takjil. Akan tetapi pedagang takjil diminta untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, untuk pembeli yang datang.

“Pedagang dilarang mengumpulkan massa atau berkumpulnya banyak orang. Pedagang harus mempersiapkan diri, pakai masker, dan tempat cuci tangan. Tentunya berjualan tidak berkumpul seperti tahun sebelumnya,” jelas Kepala Disperindagkop Kabupaten Seluma, Mulyadi, Selasa (21/4/2020).

Tak hanya kepada pedagang, pembeli juga diwajibkan untuk mentaati protokol kesehatan, saat membeli takjil, sehingga terhindar dari penularan wabah Covid-19.

“Pedagang diwajibkan menggunakan masker dan selalu mencuci tangan, masyarakat yang datang membeli juga harus menggunakan masker,” tambah Mulyadi. [IT2006]