Pedomanbengkulu.com, Seluma – Camat Lubuk Sandi Kabupaten Seluma, Wanharudin, selasa (14/4/2020) memberikan aduan ke Polres Seluma terkait dugaan pencemaran nama baik di media sosial. Ia mengaku dipermalukan dalam sebuah video, yang diunggah oknum yang mengaku wartawan ke media sosial.

Wanharudin menyebut, dalam video tersebut ia dituding arogan, setelah seorang yang mengaku wartawan meminta konfirmasi, perihal pencairan dana desa, namun ia tolak karena sedang ingin pergi melihat orang tua sakit.

“Waktu itu hari kamis saya didatangi orang yang mengaku wartawan (nama media), dia datang meminta konfirmasi. Saya jawab, nanti dulu saya mau melihat orang tua saya sakit. Ternyata dia maksa, saya bilang apa yang mau dikonfirmasi. Lalu dia menanyakan dana desa mana saja yang sudah dicairkan, saya jawab tidak tahu, saya lalu naik mobil mau lihat orang tau sakit,” ungkapnya.

Ditambahkan Wanharudin, usai menemui oknum tersebut, ia kemudian diikuti oleh oknum tersebut hingga ke desa, dan kemudian mobil yang ia kendarai dipotret.

“Mobil difotoin sama dia, saya tanya apa maunya foto-foto tanpa izin. Dia malah mengatakan saya tidak boleh seperti itu (menolak) karena ada undang undang pers, sambil merekam,” paparnya.

Kemudian setelah sempat menolak dan merasa diancam oleh oknum, Wanharudin melihat unggahan video di media sosial yang memperlihatkan ia marah marah.

“Hasil saya marah-marah itu dia rekam pakai hp, dari itu ia sebarkan hampir tiga ribuan, dan macam-macam komentar orang,” jelasnya.

Wanharudin mengaku dipermalukan dan langsung memberikan aduan ke Polres Seluma. Barang bukti berupa rekaman video dalam cd juga ia serahkan ke petugas. Ia berharap peristiwa yang menimpanya tersebut dapat ditindak lanjuti.[IT2006]