Pembatasan jarak yang dilakukan jamaah salat Jum’at, di Masjid Agung Baitul Falihin Seluma, sepekan jelang Ramadhan.

PedomanBengkulu.com, Seluma – Bulan Ramadhan 1441 H akan dimulai kurang lebih sepekan lagi, dan saat ini sudah memasuki pengunjung Sya’ban. Namun hingga saat ini pandemi Covid-19 belum juga berakhir, dengan adanya pertambahan pasien positif, meninggal dunia, ataupun yang berhasil sembuh.

Aktivitas ibadah di bulan ramadhan, salah satunya salat tarawih di masjid menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Kementerian Agama Kabupaten Seluma mengimbau kepada masyarakat, untuk mengikuti imbauan pemerintah tidak menjalankan ibadah salat tarawih. Ini dilakukan sebagai upaya pembatasan jarak, dan mencegah penularan Covid-19.

“Tetap berpedoman dengan imbauan pemerintah, dan kita meminta masyarakat dapat memahami kebijakan ini. Untuk memumutus mata rantai Covid-19 ini harus sama sama, karena virus ini kita tidak tahu siapa yang membawa. Silakan kita tarawih di rumah masing masing, menghindari penularan” jelas Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Seluma (17/4/2020).

Herman mengajak masyarakat untuk sama sama berdoa, agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga ibadah di bulan ramadhan dapat berjalan normal seperti tahun tahun sebelumnya.

“Mudah mudahan secepatanya virus ini bisa dihilangkan. Kita lihat di negara lain bagaimana dampaknya, dahsyatnya itu” jelas Herman.

Sementara itu dari pantauan di Masjid Agung Baitul Falihin Seluma, aktivitas ibadah rutin lainnya yakni salat Jum’at berjemaah di masjid tetap dilaksanakan, namun dengan mengikuti protokol kesehatan. Masjid tidak lagi membentang sajadah seperti biasanya, melainkan sajadah dibawa masing masing oleh jamaah. Jamaah juga melakukan pembatasan jarak antar jamaah lain. [IT2006]