PedomanBengkulu.com, Bengkulu Tengah – Wabah Virus Corona yang melanda setiap daerah saat ini membuat masyarakat Kabupaten Bengkulu Tengah merasa resah dan khawatir kondisi perekonomian yang semakin hari semakin memburuk, Selasa (14/04/2020).

Salah satunya Neli warga Desa Pekik Nyaring Kecamatan Pondok Kelapa, Bengkulu Tengah, yang kesehariannya merupakan istri seorang nelayan.

“Situasi saat ini menyebabkan pendapatan harian turun,” terangnya.

Ia juga mengatakan, dengan kondisi perekonomian saat ini, belum ada penanggulangan dari pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah untuk mengatasi dampak sosial dan perekonomian bagi masyarakat kecil termasuk para nelayan.

“Dampak negatifnya benar-benar terasa, pak. Kami mengharapkan ada solusi dari pemerintah terkait ini,” tegasnya.

Hal serupa juga dialami Demi Yanti ibu tiga anak warga Desa Sekayun Mudik Kecamatan Bang Haji Bengkulu Tengah. Ibu tiga orang anak ini sendiri kesehariannya sebagai pencari rontokan sawit warga selesai pasca panen juga merasa kesulitan akibat perekonomian yang semakin memburuk.

“Biasanya mendapati 20-30 ribu perhari, sekarang saya sering tidak mendapat penghasilan perharinya. Karena pemilik kebun sudah memungut bersih berondolan sisa panen,” terangnya.

Ditambah lagi, di Bengkulu Tengah banyak perusahaan pabrik melakukan lockdown dengan alibi melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Sehingga membuat petani kesulitan untuk menjual hasil pertanian dengan kondisi keterbatasan pabrik pengolahan di Kabupaten Bengkulu Tengah.[Hendri Suwi]