iST/Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat membagikan beras bergambar dirinya kepada warga, belum lama ini

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Kepala daerah aktif Gubernur Rohidin Mersyah terindikasi menyalahgunakan jabatan dan kewenangannya terkait pembagian bantuan kepada masyarakat karena memasang foto dan namanya sendiri dalam paket bantuan tanpa wakilnya.

Sehingga persepsi yang muncul saat ini pemberian bantuan menjadi ajang kampanye petahana Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sendiri, pasalnya ia hanya memasang foto dan namanya sendiri.

“Harusnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) menjadikan bantuan Rohidin itu sebagai indikasi temuan pelanggaran dan memberikan sanksi,” ungkap Pengamat Kebijakan Publik Bengkulu Agustam Rachman (5/05/2020).

Menurutnya, KPU dan Bawaslu seharusnya menjadikan paket sembako yang bergambar dan nama pribadi tersebut bukti awal indikasi pelanggaran.

“Paket bantuan Rohidin itu bisa dijadikan bukti awal oleh KPU dan Bawaslu. Nanti saat Rohidin memang maju sebagai calon. Perkara spanduk dan paket bantuan itu bisa diproses dan kalau terbukti melanggar maka status Rohidin harus dibatalkan sebagai calon,” terangnya.

Agustam Rachman menambahkan, tidak hanya sembako bergambar Rohidin pribadi, ada juga spanduk-spanduk Rohidin yang tersebar di desa-desa se Provinsi Bengkulu dalam program sensus penduduk online.

“Baliho BPS biasanya dominan biru di Bengkulu jadi kuning. Diduga kuat Rohidin menunggangi program pemerintah untuk kepentingan kampanyenya,” jelasnya.

Agustam Rachman menyayangkan seharusnya KPU dan Bawaslu tidak harus menunggu laporan dari masyarakat bisa menjadikan spanduk dan paket bantuan Rohidin itu sebagai temuan indikasi pelanggaran tahapan pilkada sudah dimulai, walaupun Rohidin belum ditetapkan sebagai calon.

“Karena itu KPU dan Bawaslu sudah dapat menjadikan spanduk-spanduk dan paket bantuan Rohidin itu sebagai temuan awal. Walaupun proses pemanggilan dan pemeriksaan kasusnya masih menunggu nanti setelah Rohidin ditetapkan sebagai calon,” tutupnya.

Hingga berita ini dilansir, Gubernur Bengkulu H Rohidin Mersyah belum dapat dikonfirmasi.

Dihubungi melalui pesan Whatsapp, belum ada respon dari mantan wakil bupati Bengkulu Selatan tersebut. [Soprian]