PedomanBengkulu.com, Kaur – Sebagai bentuk kepedulian dari jajaran TNI dalam hal ini Koramil Kaur Selatan memberikan bantuan ke pada masyarakat di wilayah itu pada Senin (4/5/2020).

Komandan Koramil Kaur Selatan Mayor (inf) Zainuddin melalui salah seorang anggotanya yang ditemui saat menyerahkan bantuan di desa Gedung Sako Serma, Lukman, mengatakan, selain dari pada bentuk kepedulian karena dampak Covid 19 penyerahan ini juga sebagai kepedulian di bulan Ramadan yang penuh berkah.

“Ada puluhan keluarga yang ada di Kaur Selatan ini mendapat santunan dari kami dan ini diserahkan oleh masing-masing Babinsa Desa tersebut sebagai bentuk kepedulian jajaran Koramil Kaur Selatan kepada masyarakat,” Lukman menjelaskan.

Diketahui di Kabupaten Kaur berbagai instansi baik pemerintah daerah, Kepolisian dan TNI bahu membahu dalam menyalurkan bantuan kepada masyarakat dalam mengurangi beban masyarakat menghadapi dampak Covid-19 di Kabupaten Kaur.

“Dalam penyerahan bantuan kali ini, kami berikan berupa 10 kilo beras serta satu kardus mie instan,” Lukman menambahkan.

Sebelumnya terlansir, Juru bicara pemerintah terkait penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, memerinci data kasus Corona per Minggu (3/5/2020). Dari 11.192 kasus positif Corona, ada 1.876 pasien sembuh dan 845 meninggal dunia.

“Sampai dengan hari ini pukul 12.00 WIB, jumlah spesimen yang telah diperiksa dengan menggunakan real time PCR adalah 112.965 spesimen dari 83.012 orang. Konfirmasi positif yang didapat bertambah 349 orang sehingga menjadi 11.192 orang,” ujar Yurianto dalam konferensi pers yang disiarkan live secara daring dari Graha BNPB Jakarta.

Sementara kasus sembuh bertambah 211 menjadi 1.876 orang. Dan jumlah kematian terkait COVID-19 pun masih terus meningkat dengan penambahan kasus 14 menjadi total akumulatif 845 jiwa.

Per hari Sabtu (2/5) kemarin, secara kumulatif pasien positif Covid-19 berjumlah 10.843 orang. Sebanyak 831 orang meninggal dunia, 1.665 dinyatakan sembuh.

Virus corona telah menyebar di 34 provinsi dan lebih dari 200 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Episentrum pun bertambah dari semula DKI Jakarta dan sekitarnya, hingga ke kota/kabupaten di provinsi lain.

Terkait hal tersebut, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan larangan mudik sejak 24 April sampai 31 Mei mendatang.

Larangan mudik tersebut berlaku pada daerah yang sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar, zona merah penyebaran virus corona, dan aglomerasi (pemusatan wilayah) PSBB.

Juru bicara penanganan COVID-19 Achmad Yurianto kembali mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kedisplinan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar seperti tetap beraktivitas di rumah, tidak mudik, mengenakan masker jika keluar rumah, menjaga jarak sosial, serta rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

Langkah-langkah tersebut merupakan cara aman melindungi diri, keluarga, dan orang-orang sekitar dari risiko terpapar SARS-CoV-2 penyebab COVID-19. [Sirat]