Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Utara – Terkait dengan pendataan nama warga yang mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) dianggap kurang pas, warga Desa Talang Rasau melakukan protes kepada Kepala Desa dengan mendatangi kediamannya. Tidak hanya itu, diketahui ada nada ancaman oleh salah satu warga melalui media sosial.

Untuk mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan, warga dan Kepala Desa di bawa ke Kepolisian Sektor (Polsek) Lais untuk melakukan mediasi.

Kapolsek Lais, Iptu Yenni Puspita mengatakan protes dilakukan lantaran warga menilai ada 300 keluarga yang akan diberikan bantuan tidak tepat sasaran. Selain ada yang lebih layak, warga juga menilai penerima adalah orang-orang dekat kepala desa dan perangkat.

“Mediasi tersebut tidak menemui titik temu, warga tetap meminta bantuan dari Dana Desa (DD) dibagi rata pada 685 keluarga,” ungkap Kapolsek, Selasa (19/5/2020).

Dirinya menambahkan didampingi Polisi, Kepala Desa dan perwakilan warga datang ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).

“Hasilnya pembagian tetap berdasarkan Peraturan Bupati (Perbup) yang berhak menerima dari Dana Desa di luar penerima PKH, BPNT, serta BST, ” pungkasnya.[Sugeng]