Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Kapolda Bengkulu Irjen Pol. Drs Teguh Sarwono Msi, Kamis (28/5) melaksanakan kunjungan ke Posko Waspada Covid-19 di perbatasan Curup-Lubuk Linggau. Dalam kunjungan tersebut selain memantau posko perbatasan, Kapolda juga memberikan bantuan di posko berupa Alat Pelindung Diri (ADP) sebanyak 1 box, makanan tambahan Polri sebanyak 3 box , minuman kaleng, dan juga memberikan bantuan 100 paket sembako kepada 100 KK warga masyarakat Blumai Kecamatan Padang Ulak Tanding yang terdampak Musibah Banjir Bandang akibat hujan deras tanggal 2 Mei 2020 lalu.

Kapolda sendiri menyampaikan bahwam saat ini masyarakat dituntut untuk bisa mengikuti kehidupan normal yang baru (New Normal Life) sehingga geliat ekonomi bisa berputar.

“Saya melihat situasi sudah menggeliat ini kaitanya dengan New Noramal life. Normal yang bagus bagaimana? msyarakat bisa hidup normal seperti yang lalu tetapi mengikuti protokol kesehatan ketika melakukan aktivitas. Artinya seluruh masyarakat ketika berkativitas harus memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Tugas polisi dalam menjalankan New Normal ini hanya mengingatkan masyarakat agar taat dengan protokol kesehatan beda dengan yang lalu dimana tugas Polri melakukan pelarangan aktivitas yang mengumpulkan orang banyak termasuk semua diperiksa. Dengan New Normal ini diharapkan semua bisa berjalan kembali karena kehidupan ekonomi sangat penting,” kata Teguh.

Ditambahkan Kapolda dalam New Normal ini semua elemen masyarakat harus bekerja sama untuk menaati protokol kesehatan dan mengingatkan masyarakat sehingga perputaran ekonomi berjalan dan penyebaran Virus Covid-19 juga bisa dihindari.

“Kita dari kepolisian akan lebih humanis lebih mengarah kepada kehidupan normal untuk bisa kembali melakukan kegiatan rutin seperti biasa. Kapolres juga sudah saya tanya terkait New Normal ini dan mengatakan sudah melakukan sesuai protokol kesehatan. Kemaren arahan Mabes Polri juga meminta agar jajaran kepolisian di daerah terus melakukan pemantauan dan mempersilahkan tempat-tempat yang selama ini digunakan untuk perputaran ekonomi atau berkumpul dipersilahkan, tapi dengan protokol kesehatan seperti harus menggunakan masker, menyediakan tempat cuci tangan dan menjaga jarak setiap pengunjung,” lanjut Teguh.

Terkait kebijakan yang dilakukan selama aurs mudik melarang orang masuk ke Wilayah Provinsi Bengkulu, Kapolda menyatakan bahwa bahwa perbatasan sudah dibuka sehingga arus lalulintas normal kembali.

“Kemarin pemerintah melarang orang mudik, yang dilarang yang datang dari luar kota masuk ke wilayah Provinsi Bengkulu untuk memutus mata rantai Covid-19, sekarang bagi yang ingin kembali ke Bengkulu sudah boleh namun dengan syarat harus bawa surat keterangan sehat, yang kedua bagi orang yang bekerja harus ada surat tugas,” tutup Kapolda.[Julkifli Sembiring]