Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong – Meski Pemerintah sudah melarang agar warga yang ada di perantauan untuk tidak mudik karena Pandemi Corona, namun tampaknya masih diabaikan. Untuk Rejang Lebong sendiri dari awal di bukanya Posko Covid-19 di perbatasan Curup-Lubuk Linggau pada akhir Maret 2020 yang lalu, hingga tanggal 4 Mei 2020 sudah tercacatat sebanyak 7044 orang yang masuk dan tinggal di wilayah Rejang Lebong. Untungnya meski jumlah notifikasi yang masuk cukup tinggi namun jumlah Orang Dalam Pemantauan Covid-19 relatif menurun dari hari ke hari. Disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir hingga tanggal 4 Mei jumlah ODP di Rejang Lebong tinggal 3 orang.

“Untuk notifikasi memang kita cukup tinggi dibandingkan dengan daerah lain, namun pendatang yang tinggal di Rejang Lebong yang masuk data notifikasi ini, setiap hari kita pantau, baik dengan mendatangi secara langsung maupun dengan melakukan wawancara melalu telepon. Setiap yang masuk notifikasi, kita pantau selama 14 hari jika ada yang mengalami gejala dema, batuk dan sesak nafas maka langsung kita datangi sesui dengan protap penanganan kesehatan Covid 19,” kata Syamsir.

Disampaikan Syamsir, rata-rata pendatang yang masuk ke Rejang Lebong dari 2 pintu masuk yakni Kepahiang dan Lubuk Linggau, sejak ada pembatasan terjadi penurunan, jika sebelumnya sebelum ada pembatasn pecatangan yang masuk mencapai 200 orang lebih per hari.

“Sejak ada pembatasan, cukup banyak orang luar yang putar balik sebelum masuk Rejang Lebong, untuk yang masuk ini rata rata merupakan warga yang ber KTP Rejang Lebong sedangkan yang bukan ber KTP Rejang Lebong oleh pihak kepolisan disuruh putar balik,” kata Syamsir.

Syamsir juga mengimbau agar pihak keluarga yang kerabatnya masuk data notifikasi untuk ikut membantu pemerintah daerah menjaga Rejang Lebong tetap dalam zona hijau penyebaran Covid-19 dengan memberikan informasi kepada pemerintah melalu desa, kelurahan maupun puskesmas terdekat.

“Pencegahan penyebaran Covid-19 ini harus dilakukan bersama-sama, bagi warga yang baru datang kita minta untuk kooporatif memberikan infomasi terkait dirinya termasuk secepatnya menghubungi petugas kesehatan jika mengalami gejala demam batuk dan sesak nafas sehingga kita bisa melakukan penanganan, pihak keluarga juga diminta agar mengawasi kerabatnya dan meminta untuk menjalankan isolasi mandiri,” pungkas Syamsir.[Julkifli Sembiring]