PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan live streaming di akun Instagram, @ridwankamil dan @helmihasanofficial dalam rangka berbagi pengalaman penanganan Covid-19 pada Minggu Malam, (03/05/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil menceritakan akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan ini sejarah pertama di Indonesia dan 27 daerah pintunya akan dibatasi, pergerakan akan dibatasi dengan  pelarangan mudik.

Menurut Emil, sapaan akrabnya, kurva penyebaran Covid-19 di Jabar relatif landai dalam tiga pekan terakhir.

“Kesimpulannya, didapati bahwa kurva penyebaran Covid-19 sudah mulai melandai di Jawa Barat. Rata-rata maksimal di angka 40 kasus (per hari),” Jelasnya.

Menurut dia, tren penurunan kasus covid-19 ini disebabkan oleh penerapan PSBB dan larangan mudik, walaupun pergerakan warga selama PSBB masih di angka 50 persen.

“Walaupun idealnya menurut teori menurun mencapai 30 persen dalam menjaga pergerakan makan itu PSBB lebih efektif,” jelasnya.

Diketahui Provinsi Jawa Barat saat ini akan menerapkan PSBB secara resmi di 17 kota dan kabupaten di Jawa Barat secara serentak mulai 6 Mei 2020.

Mendengar cerita tersebut, Walikota Bengkulu Helmi Hasan langsung berinisiatif menitipkan masyarakat Kota Bengkulu yang sedang menempuh pendidikan di Provinsi Jawa Barat kepada Gubernur Ridwan Kamil.

“Saya akan mendata nomor telepon mereka agar bisa komunikasi kepada masyarakat Kota Bengkulu yang berada di Jabar,” jelas Helmi Hasan.

Permintaan Helmi Hasan tersebut langsung direspon Ridwan Kamil dan akan mendata kontak sejumlah perkumpulan pelajar Bengkulu yang ada di Jawa Barat.

“Karena kita disini (Jawa Barat, red) memang mendirikan posko di setiap kecamatan dan melalui Karang Taruna keliling memberikan bantuan kepada mereka yang tidak terdata mendapatkan bantuan lainnya. Jadi saya minta Pak Wali (Helmi Hasan,red) tolong berikan kontak yang bisa kami hubungi, agar kami bisa pantau langsung,” tutupnya [Soprian/Adv]