Tampak para relawan ketika ikuti pelatihan di Aula RSHD Kota Bengkulu, pada Sabtu (16/05/2020).

PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Pelatihan Relawan Pemulasaran Jenazah Pasien dalam pantauan (PDP) dan Orang Dalam Pantauan (ODP) Corona Virus (Covid-19) yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bengkulu berlangsung kondusif.

Ada 40 relawan yang mengikuti dalam pelatih tersebut dan pelatihannya dibagi menjadi dua tahap.

Dalam kata sambutannya, Walikota Helmi Hasan mengatakan bahwa pelatihan peningkatan kapasitas petugas pemulasaran jenazah Covid-19 ini sangatlah penting mengingat kondisi saat ini peningkatan positif covid-19 terus bertambah.

“Perlu ada pelatihan bagaimana memuliakan jenazah pasien yang terkena Covid-19. Ketika seorang meninggal karena Covid-19, ingat bahwa dia bukan meninggal karena aib. Maka jenazah harus dimuliakan. Oleh karena itulah acara pelatihan ini dilakkan hari ini,” ungkap Helmi saat membuka acara Pelatih di Aula RSHD Kota Bengkulu, pada Sabtu (16/05/2020).

Walikota saat memberikan pengarahan

Helmi juga menambahkan, bahwa wabah Covid-19 ini adalah wabah yang terjadi secara mendunia bukan hanya Indonesia saja.

“Pandemi Covid-19 ini sudah tersebar hampir setiap negara serta mengakibat krisis sosial, kesehatan, dan ekonomi dunia, maka bukan Indonesia saja yang sedang melawan wabah tersebut, dan wabah tersebut sedang dilawan secara bersama-sama, begitu juga di Kota Bengkulu,” jelas Helmi.

Dengan pandemi ini, sambung Helmi, Kota Bengkulu saat ini kasus positif covid-19 terus meningkat, dan cluster terbanyak di tenaga medis, dan saat ini tim medis banyak yang diisolasi.

“Hal ini menjadikan inisiasi RSHD membuka peluang melakukan pelatihan bagi siapapun yang ingin menjadi relawan untuk berbuat kebaikan di masa pandemi Covid-19,” kata Helmi.

Ditempatkan yang sama Kepala Dinkes Kota Bengkulu Susilawaty, mengatakan pelatihan pemulasaran jenazah Covid-19 dilakukan ketika ada pasien PDP dan ODP meninggal.

“PDP atau ODP yang meninggal maka tim medis sudah siap melakukan pemulasaran bersama anggota relawan dari PMI, FKDM dan relawan PPMI,” jelasnya.

Setelah ini nanti selesai pelatihan, tambahnya, insyaAllah pihaknya akan melakukan pelatihan ditahapan selanjutnya.

“Nanti untuk rumah sakit lain kita juga akan ikutkan timnya untuk mengikuti pelatihan seperti ini,” tutup Susilawaty.

Diketahui usai membuka acara pelatihan 40 relawan, Helmi juga menyerahkan bantuan APD dan masker berikut vitamin kepada RS Tiara Sella dan RSHD. [Soprian Ardianto/Adv]