PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Salah seorang warga Kecamatan Singgaran Pati Kota Bengkulu inisial nyaris dikeroyok massa di Kelurahan Kampung Melawi Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu, Senin (1/5/2020) sekira pukul 17.00 WIB.

Berdasarkan informasi didapat dilapangan, pria yang nyaris jadi bulan-bulanan warga ini datang ke rumah salah satu warga inisial WL (perempuan) di Kelurahan Kampung Kelawi Kecamatan Teluk Segara dengan mengendarai sepeda motor. Setibanya di rumah WL diduga DS diteriaki maling oleh suami WL. Lantaran diduga ketakutan DS kemudian lari, teriakan suami WL ini mengundang perhatian warga sehingga warga mengejar DS. Karena diduga ketakutan DS kemudian lari ke Jembatan Kampung Bali dan masuk ke gorong-gorong jembatan, dan warga masih terus mengejar. Beruntung Anggota Polsek Teluk Segara segera datang ke lokasi dan mengamankan DS sehingga DS selamat dari amukan massa. Saat ini DS telah diamankan di Mapolsek Teluk Segara.

Ketua RT 6 Kelurahan Kampung Kelawi Khairussaleh mengatakan, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menerangkan kejadian tersebut sekira pukul 17.30 WIB setelah ditelusuri dan dimintai keterangan ternyata itu kesalahpahaman yang tentunya dunia canggih sekarang yaitu tentang HP, kemungkinan mereka berkenalan lewat HP.

“Kemungkinan ada tawar menawar datang ke rumah, bawa apa, nah itu bawa es dan kemungkinan yang lanang ini mau main, setelah laki-laki ini datang ke rumah, suami yang perempuan ini tidak ada di rumah, nah yang lanang ini keluar lagi dan datang lagi. Nah si istrinya ini nelpon suaminya, pulanglah suaminya ini, terus ditanya sama suaminya lanang ini tadi kamu perlu apa, kenal tidak sama istri saya, dan lanang ini diam. Terus suaminya ini tadi bilang nanti saya bawa ke kantor Polisi kamu, nah yang lanang ini lari ke jalan, ya namanya orang banyak diteriakilah maling-maling ramelah orang,” kata Khairussaleh.

Khairussaleh menyatakan, lantaran kemungkinan takut kemudian lari ke sungai dan masuk ke gorong-gorong, dan kemudian setelah datang polisi dibawa ke Polsek Teluk Segara dan saat ini sudah di mediasi yang kesimpulannya damai dan suami yang perempuan ada, istri dari laki-laki ada dan saksi pun ada.

“Itu dibuat suatu perdamaian,” ucap Khairussaleh. [Anto]