Pedomanbengkulu.com, Bengkulu Tengah – Almarhum WS (56) pasien Covid-19 Desa Sekayun Kecamatan Bang Haji, Bengkulu Tengah yang diumumkan positif oleh Gugus Tugas Perkembangan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu pada Kamis, (28/05) bulan lalu. Selang satu hari usai pasien berinisial WS meninggal, hasil swab ke-2 dikeluarkan oleh pihak rumah sakit RSMY dengan hasil yang bertolak belakang dengan pengumuman sebelumnya, pasien dinyatakan Negatif Covid-19 melalui surat keterangan kematian yang dikeluarkan RS M Yunus , Jum’at (05/06/2020).

Dijelaskan istri WS saat ditemui Pedomanbengkulu.com dikediamannya Desa Sekayun, menerangkan bahwa pihak keluarga meminta Gugus Tugas Perkembangan Penanganan Covid-19 Provinsi Bengkulu, agar dapat memberikan informasi atau mengumumkan kembali bahwa WS meninggal dunia bukan karena corona virus atau pasien sebenarnya tidak positif corona.

“Ini kejelasan sudah ada, dari pihak RSMY telah mengeluarkan surat. Bahwasanya Almarhum tidak positif corona. Kami pihak keluarga hanya meminta agar pemerintah menerangkan kepada masyarakat khususnya wilayah kecamatan kita ini agar tidak menjadi gejolak di masyarakat. Sebab kami takut, masyarakat tidak mau kami berbaur dengan mereka karena takut kami menularkan virus,” terang istri almarhum WS yang sedang berduka.

Sedangkan pemakaman yang berdasarkan prosedur protokol Covid-19, pihak keluarga tidak mempermasalahkan. Namun pihak keluarga takut akan dampak sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

“Karena sebelumnya dinyatakan positif dan dirawat sebagai pasien Corona, maka pemakaman juga sesuai prosedur Corona. Iya kita menyayangkan kami pihak keluarga tidak dapat memandikan ataupun mengkapankan. Keluarga Ikhlas dan tidak mempermasalahkan hal itu lagi, semoga Almarhum tenang dan diterima di sisi-Nya. Namun yang kita takuti dampak sosial,” jelas Keluarga Almarhum WS.

Untuk surat hasil swab, hasil ronsen dan surat keterangan kematian. Pihak keluarga almarhum sendiri yang menjemput ke RSMY Bengkulu guna meminta kepastian almarhum yang dirawat di RSMY sejak tanggal 28 Mei lalu meninggal dunia disebabkan sakit lain bukan karena Corona. [Hendri Suwi]