Pedomanbengkulu.com, Rejang Lebong- Seorang warga Air Bening, Dusun III Kecamatan Bermani Ulu Raya,Toro (55) terpaksa berduel dengan seekor babi hutan yang datang menyerangnya. Peristiwa warga diserang dan terpaksa berduel tersebut ini terjadi pada Jumat (19/6/2020) sekitar pukul 16.00 WIB.

Disampaikan Kapolres Rejang Lebong Polda Bengkulu AKBP Dheny Budhiono, melalui Kapolsek Bermani Ulu Ipda Singgih Wirastho, akibat duel tersebut, Toro mengalami luka robek pada jari tangan sebelah kanan, luka robek pada jari tangan sebelah kiri, luka robek pada betis sebelah kanan dan luka robek pada paha sebelah kanan.

“Iya telah terjadi peristiwa, seorang warga diserang babi hutan pada saat bekerja di kebun. Diduga babi yang menyerang korban ini sebelumnya telah mengalami luka akibat terkena jerat yang dipasang warga. Korban sendiri pada saat Kejadian sedang bekerja mencabut ubi di kebun miliknya,” kata Kapolsek.

Disampaikan Kapolsek, kejadian ini berawal ketika Toro sedang bekerja tiba-tiba dari arah belakang korban ada seekor babi hutan dalam keadaan terluka yang langsung menyerang korban, dan korban langsung melakukan perlawanan dengan membacok babi hutan tersebut dengan menggunakan parang yang sebelumnya di gunakan untuk menggali Ubi tersebut.

Selanjutnya korban langsung berteriak meminta tolong dan saksi Suratno bersama Buyadi mendengar teriakan tersebut dan langsung mendatangi kebun korban, dan melihat korban sedang melakukan perlawanan terhadap serangan babi butan tersebut, selanjutnya saksi membantu korban.

“Setelah dibantu oleh saksi, babi pun bisa dibunuh dan korban pun langsung dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan akibat luka-luka yang dialaminya,” lanjut Kapolsek.

Melihat kejadian ini, Kapolsek mengimbau warga saat berada di tengah kebun atau hutan berhati-hati terhadap hewan buas.

“Kalau ada masyarakat yang berburu atau menjerat wajib melapor ke aparat desa jangan sampai masyarakat petani atau yang sedang berkebun menjadi korban keganasan hewan yang barangkali luka atau mengamuk. Intinya wajib berkoordinasi dan mendapatkan izin dari pemerintah desa,” lungkas Kapolsek. [Julkifli Sembiring]