Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi.

PedomanBengkulu.com Rejang Lebong – Bupati Rejang Lebong Ahmad Hijazi menyampaikan pemda RL akan memborong sayur mayur masyarakat Rejang Lebong untuk kembali didistibusikan sebagai bantuan sosial kepada 17 ribu kepala keluarga yang terdampak Covid 19. Pembelian sayur mayur tersebut sebagai salah satu langkah pemda membantu petani, mengigat saat ini harga sayuran ditingkat petani anjlok.

“Saya sudah perintahkan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk segera mebeli sayuran petani Rejang Lebong karena sekarang harga sayur sedang turun drastis, seperti sayur pahit harganya cuma Rp 300 perkilo. Kita beli minimal Rp 500 rupiah per kilo atau lebih tinggi dari haraga pasar. Sayuran ini nantinya akan kita distribusikan kembali kepada warga yang mendapatkan bantuan sosial terdampak Covid,” kata Bupati, Rabu (17/6/2020).

Bupati juga menyampaikan dalam minggu ini Disnakertrans akan melakukan pendistribusian bantuan kepada masyarakat terdampak Covid 19. Bantuan yang akan dibagikan ini sebanyak 17 ribu paket untuk seluruh wilayah Rejang Lebong.

“Kalau bulan kemarin bantuan sembako yang kita berikan berisi Beras, tepung terigu, dan minyak goreng, karena mendekati lebarang, nah untuk bulan ini bantuan yang diberikan berupa beras, Sarden dan Sayur mayur. Untuk sayur mayur ini kita beli dari pengepul atau petani minimal sama dengan harga pasar dan kalu memungkinkan kita beli diatas harga pasar,” kata Bupati.

Ditambahkan Bupati sebanyak 17 ribu penerima bantuan Covid tahap kedua yang segera dilakukan Disbakertrans datanya sudah Riil, setelah sebelumnya dilakukan rapat antara disnaker dengan seluruh camata. Terkait masih banyaknya bantuan tahap pertama yang tertahan di kantor kelurahan, bupati menyampaikan hal ini terjadi karena cukup banyak data ganda yang terjadi sehingga bantuan tersebut ditarik kembali.

” Dari informasi yang saya terima ada 1000 paket yang ditarik kembali karena data penerima ganda, Agar bantuan tepan sasaran dan tidak tumpang tindih, disnaker dan camat sudah memvalidasi data penerima ini. Kita juga meminta maaf kepada masyarakat ini bukan sengaja, ini barang baru, pasti ada kesalahan ini mendadak apalagi data bukan datangnya dari lurah, desa atau camat tapi dari orang orang yang terdampak umkm dan Ikm. Kali ini data yang ada sudah dievaluasi sehingga tidak ada lagi yang tercecer,” pungkas Bupati. [Julkifli Sembiring]