Ustaz Ridwan

Pernahkah anda mengenal kata Masturoh? Masturoh adalah cara dakwah istri mendukung suami keluar di jalan Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyebarkan agama Islam.

Masturoh ini rutin dilakukan oleh pasangan suami istri pekerja dakwah untuk mengekalkan agama dalam diri masing-masing dengan semangat berkorban, baik harta, maupun waktu.

Istri Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, Khadijah┬áradiallahu anha, mengorbankan harta, jiwa dan raganya untuk mendukung upaya dakwah Rasulullah. Bayangkan, semula sepertiga kekayaan Mekkah tadinya ada pada Khadijah, rela ia habiskan dijalan Allah untuk mendukung dakwah suaminya.

Karena perngorbanannya ini, Islam mampu berkembang dengan pesat, bahkan hingga sampai mengislamkan semua orang yang ada di Mekkah.

Kegiatan Masturoh ini, Ahad (14/6/2020), juga dilakoni oleh lima pasangan suami-istri asal Kabupaten Mukomuko di Masjid Al-Hafizh Pantai Anggut Bawah.

Ustaz Ridwan, kepala rombongan atau yang dizaman Rasulullah disebut amir, menjelaskan, kegiatan Masturoh mereka lakukan untuk membentuk sifat da’iyah dalam diri istri-istri mereka.

“Perempuan ini partner dalam dakwah, bukan pembantu yang kerjanya hanya di dapur, sumur dan kasur. Tapi juga punya pikir bagaimana agama wujud dalam diri setiap perempuan di dunia,” sampainya.

Warga Desa Gajah Mati tersebut menjelaskan, selain membentuk sifat da’iyah, pada Masturoh, perempuan juga ingin dibentuk menjadi sosok ahli ibadah, ahli ilmu, ahli melayani, ahli zuhud, dan ahli pendidik bagi anak-anak.

“Pada zaman ini sebenarnya sudah banyak perempuan yang keluar rumah, tapi mereka keluar untuk urusan dunia. Masturoh adalah keluar rumah, tapi untuk urusan agama, dan mendidik agar perempuan dapat mengubah rumahnya menjadi ibarat taman-taman surga bagi kehidupan rumah tangga,” paparnya.

Ia menambahkan, sulit untuk memaparkan seluruh keutamaan Masturoh dalam sebuah sesi wawancara singkat. Menurutnya, keutamaan Masturoh harus dipelajari dengan cara mengikuti sendiri program-program yang dirancang oleh ulama-ulama ahli korban dalam agama.

“Syaratnya ya nikah dulu. Dan tidak sembarang juga yang boleh keluar. Ada izin kelayakannya. Bagaimana pekerjaannya kalau ditinggal, bagaimana anak-anaknya dan lain-lain. Kalau tidak dinilai layak, maka belum boleh keluar,” ungkapnya.

Ustaz Ridwan menambahkan, telah banyak perubahan positif yang dicapai oleh setiap perempuan yang mengikuti Masturoh. Ia mengatakan, ia telah melihat langsung ratusan orang selamat dari lembah kemaksiatan ketika ikut dalam kegiatan Masturoh.

“Ada yang tadinya ikut pengajian pakai rok dan baju mini, setelah ikut pengajian sebentar pulang sudah pakai cadar. Langsung sadar bahwa cantik di mata Allah subhanahu wa ta’ala lebih utama ketimbang cantik di mata manusia,” tutupnya. [Angga]