PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Tim Basarnas Provinsi Bengkulu masih terus melakukan pencarian terhadap empat orang nelayan Kota Bengkulu yakni Bahrin, Dar, Mas dan Blu yang merupakan warga Lempuing dan Buyung warga SKIP Kota Bengkulu yang belum pulang melaut sejak 10 mei 2020 hingga kini, 1 Juni 2020 dan dikabarkan hilang.

Kasi Operasi Basarnas Provinsi Bengkulu Julhendra mengatakan, pihaknya menerima laporan hilangnya empat orang nelayan tersebut pada 25 Mei 2020 dari keluarga Nahkoda Kapal Cinto Bundo 07 tersebut. Kapal tersebut berangkat dari Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pulau Baai Bengkulu pada 11 Mei 2020 dan diperkirakan Kapal kembali pada 21 Mei 2020.

“Tapi pada tanggal 20 Mei 2020 saat itu terjadi badai sekira pukul 03.00 WIB. Pada 21 Mei 2020 sekira pukul 06.00 WIB satu kapal lain yang merupakan temannya ini KM Pitra memutuskan untuk berlindung di Pulau Baai saat terjadinya badai di arah barat daya menuju Pulau Mego, tetapi Kapal nelayan yang dikabarkan hilang itu tetap mencari ikan saat terjadinya badai,” kata Julhendra.

Kemudian disitu, sambung Julhendra, sekira pukul 17.00 WIB KM Pitra berlayar kembali untuk menjumpai kapal nelayan yang dikabarkan hilang tersebut tetapi Kapalnya tidak kelihatan lagi. Kemudian KM Pitra memutuskan kembali ke dermaga TPI sedangkan Kapal Nelayan yang dikabarkan hilang sampai saat ini belum kembali.

“Pada saat ini yang kita lakukan sejak 25 Mei kita sudah melakukan penyisiran, baik di tepi-tepi Pantai dan Laut, Pesisir dan juga pemantauan di Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Bengkulu, Lanal, Polairud dan nelayan-nelayan setempat, kita juga sudah mengerahkan anggota kita SAR yang ada di Unit siaga Bengkulu Selatan dan dibantu juga oleh Lampung, karena saat kita menerima laporan arah gelombang menuju perairan Lampung,” ungkap Julhendra.

Julhendra menambahkan, penyisiran di daerah perairan Lampung sudah dilakukan serta kordinasi dengan nelayan-nelayan setempat, Polairud setempat. Penyisiran sampai di pesisir barat perairan Lampung Krui.

“Kita dibantu juga oleh Basarnas Tanggamus dan disana hasilnya masih nihil. Kita dapat juga keterangan nelayan-nelayan maupun pihak yang disitu belum melihat Kapal dari Bengkulu,” jelas Julhendra. [Anto]