PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Sudah memasuki hari keempat Petugas Pemutakhir Data Pilih (PPDP) menjalani tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih, guna kelangsungan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 09 Desember 2020 mendatang. Dalam proses coklit itu, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungut Suara (PPS) memiliki metode unik tersendiri.

Salah satunya, seperti memberi target data yang wajib dilaporkan PPDP setiap harinya hingga tahapan coklit berakhir, pada pertengahan Agustus mendatang. Setiap PPDP diberi target minimal 10 data dalam satu hari melakukan tahapan coklit.

“Minimalnya kita mendata 10 data pilih,” kata seorang PPDP Kelurahan Padang Jati, Sumardi kepada PedomanBengkulu.com, Sabtu (18/7/2020).

Pria 40 tahun itu mengatakan, hingga saat ini ia telah melakukan tahapan coklit kepada 50 data pilih. Belum ada, satupun kendala yang ditemui dalam menjalani tahapan tersebut.

“Sampai hari ini, semua data pemilih yang saya cek masih cocok,” kata Sumardi.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bengkulu, Irwan Saputra mengatakan bahwa pihaknya tidak banyak mencampuri tahapan coklit yang dijalani PPDP. Sebab, pihaknya telah mengamanahkan tahapan itu pada PPK dan PPS secara langsung.

“Cara kerja PPDP dalam tahapan teknisnya itu tugas PPK dan PPS yang menjalankannya,” kata Irwan.

Namun, pria berkulit putih mengingatkan agar semua PPDP tetap mengutamakan protokol kesehatan, dalam menjalani tahapan coklit. Meskipun, telah dinyatakan tidak reaktif covid-19/corona ketika menjalani rapidtest dan swab, sebelum resmi bertugas.

“Kita mengutamakan protokol kesehatan dalam tahapan coklit. Saat kita lakukan rapidtest dan swab, semua PPDP tidak reaktif,” tutup Irwan. [Alfi]