PedomanBengkulu.com, Bengkulu — Komisariat Daerah (KOMDA) Perhimpunan Mahasiswa Katolik Repulik Indonesia (PMKRI) Sumatera Selatan, Kamis (17/7/2020) mengadakan diskusi online dengan pemateri tunggal Irjen. Pol. (Purn) Supratman,.M.H yang diketahui merupakan Mantan Kapolda Bengkulu sekaligus asli putra daerah Provinsi Bengkulu.

Diskusi tersebut mengusung tema ‘Kontribusi Nyata Pemuda di Tengah situasi Bangsa’ bertepatan dengan Hari Keadilan Internasional dan diikuti puluhan peserta dari berbagai cabang PMKRI seindonesia.

“Tema ini mengingat situasi bangsa kita hari ini, bukan hanya persoalan covid-19 semata, namun banyak masalah bangsa yang perlu didiskusikan dan keterlibatan aktif seluruh pemuda. Pemuda merupakan harapan generasi masa depan, karena di tangan pemuda estafet kepemimpinan akan dilanjutkan,” kata Komda Sumbagsel Alexander Silaban.

Alexander penggagas diskusi ini juga menyatakan, Pemuda adalah pemimpin, hari ini maupun di masa yang akan datang. Sehingga pemuda sudah selayaknya mengambil peran dalam kehidupan berbangsa. Pemuda dan mahasiswa sebagai generasi muda harus tetap semangat dan memiliki rasa bangga akan para pejuang yang dahulu yang mengorbankan hidupnya untuk bangsanya agar bangsa ini maju, yaitu dengan menumbuhkan sikap aktif dan terampil dikalangan pemuda sudah selayaknya menjadi tugas bersama. Apabila pemerintah mengobarkan semangat untuk terampil, maka pemerintah harus memberikan kesempatan bagi pemuda untuk mengembangkannya, jika pemuda tidak diberikan ruang sehingga semuanya harus selaras dan sejalan.

“Maka dukungan dari setiap pihak dalam memupuk semangat aktif dan terampil dikalangan pemuda menjadi kunci utama,” jelas Alexander.

Alexander menambahkan, semangat dan keteladanan Irjen. Pol. (Purn) Supratman,.M.H dan segala kontribusinya bagi negara ini terkhusus Provinsi Bengkulu diharapakan mampu memotivasi pemuda untuk terus berjuang.

Sementara itu, Jendral Purn. Supratman mengatakan pemuda harus menjadi kontroling kebijakan pemerintah baik dipusat maupun di daerah. Pemuda harus kritis dan jeli melihat segala permasalahan, jangan membiarkan dan mendiamkan permalasahan, pemuda harus bersuara dibarengi oleh fakta-fakta yang akurat bukan fitnah.

Terkait pandemi Covid-19, Supratman mengatakan bahwa pemuda harus memberikan kontribusi nyata dalam penanganan pandemi Covid-19, pemuda harus masuk dan terlibat langsung. Pemuda bisa menjadi relawan, membantu gugus tugas percepatan Covid-19 dan juga mengawasi proses pembagian bantuan sosial (Bansos) kepada masyarakat, agar proses penyaluran dapat terlaksana dengan baik dan betul-betul menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam kondisi banyaknya aksi protes terkait kebijakan pemerintah sekarang ini, instansi kepolisian pada prinsipnya selalu mendukung niatan baik pemuda, tidak pernah melarang, namun harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku,” ungkap Supratman.

Supratman menuturkan, pemuda diharapkan mampu melihat permasalahan dengan baik dan tidak terprovokasi, jangan sampai pemuda digiring menjadi alat oleh sekelompok orang yang tidak memikirkan masa depan bangsa ini.

Dalam diskusi ini Supratman juga menyinggung kondisi Provinsi Bengkulu sebagai Provinsi termiskin nomor 1 di Sumatera, ini adalah bentuk dari ketidakmampuan pemerintah menerjemahkan daerah pemerintahannya untuk membawa daerah Provinsi Bengkulu bangkit dari kemiskinan.

Perlu kita ketahui bersama bahwa Jenderal Supratman adalah putra asli Bengkulu. Beliau juga pernah menjadi Kapolda Bengkulu Januari 2019-Mei 2020. [Anto/Rilis]