PedomanBengkulu.com, Bengkulu – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkulu masih terus mendalami kasus dugaan penyimpangan Aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu seluas 8,6 hektar yang terletak di daerah Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu.

Teranyar, tim penyidik melakukan pemeriksaan terhadap mantan ketua Real Estate Indonesia (REl) Bengkulu sebagai saksi penyidikan kasus tersebut, Senin (6/7/2020).

Kepala Kejari Bengkulu Agung melalui Kasi Pidsus Kejari Bengkulu Oktalian Darmawan membenarkan membenarkan pihaknya memanggil mantan Ketua REI Bengkulu dan dimintai keterangan sebagai saksi penyidikan kasus lahan Pemkot Bengkulu tersebut

“Iya kita panggil Mantan Ketua REI Bengkulu untuk dimintai keterangan. Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi,” kata Oktalian Darmawan.

Diketahui, dalam penyidikan kasus ini tim penyidik Pidsus Kejari Bengkulu telah mengantongi kerugian negara yang besarannya milyaran rupiah dan untuk jumlah pastinya belum diumumkan kepada publik.

Dalam penyidikan kasus tersebut, penyidik Kejari Bengkulu telah memeriksa puluhan saksi.
Untuk diketahui, kasus ini berawal pada tahun 1995 silam, telah dilakukan pembebasan lahan milik Pemkot seluas 63 hektar yang terletak di Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu oleh tim sembilan yang dibentuk Pemkot.

Kemudian dilakukan pengukuran lahan dan hasil pengukuran lahan ternyata luasnya 62,9 hektar.
Kemudian seiring berjalannya waktu, pada tahun 2015 lalu di lahan tersebut diduga telah terjadi penyimpangan oleh oknum tidak bertanggungjawab yang mana penjualannya dilakukan secara terpisah atau parsial yang ujungnya dibuat dalam bentuk satu Hak Guna Bangunan (HGU) dengan luas lahan kurang lebih 8,6 hektar. [Anto]