Mungkin. Saat artikel ini diterbitkan, Bintang Utama dalam cerita ini sudah tak lagi berada di Kota Bengkulu. Bisa saja, pedal sepeda yang ia kayuh mengarah keluar dari perbatasan Bumi Rafflesia.

Zulkifli Tanjung (44), pria dewasa yang berasal dari Kabupaten Agam Provinsi Sumatra Barat mempunyai cara unik, menikmati kehidupannya. Kendati hanya tinggal sebatangkara, tak lantas membuatnya murung.

Malah sebaliknya, tekad yang keras mengantarkan langkahnya meraih keinginan dalam sisa hidupnya. Yaitu, mengelilingi Negara Kepulauan Republik Indonesia (NKRI) berteman sepeda tua.

Jangan salah loh, guys. Kerangka sepeda ini banyak menyimpan goresan perjalanan sang empuhnya dalam mengaspali jalanan.

Saat itu, Selasa (18/8/2020) ba’da maghrib Jamaah Tabligh tengah musyawarah al-hakoh di Masjid Agung At-taqwa. Ada hal tak biasa yang muncul dalam musyawarah, pada malam itu.

Bukan masalah jumlah jamaah. Namun, dalam lingkaran musyawarah terlihat seorang dewasa yang tidak sepenampilan, dengan pria dewasa lainnya. Ia mengenakan kemeja oblong, berwarna orange hitam. Dan dibalut rompi hijau ala Polisi Lalu Lintas (Polantas).

Terlihat, ia ikut larut dalam musyawarah itu meskipun tidak terlalu memahami topik pembicaraan. Selepas melaksanakan sholat isya berjamaah, lelaki bertubuh tinggi sekitar 160 cm mulai bergegas hendak meninggalkan masjid. Sementara, jamaah di Masjid At-taqwa melanjutkan musyawarah yang sempat ditangguhkan.

Sebelum sempat keluar masjid, Zulkifli yang dihampiri pedomanbengkulu.com bercerita perjalanannya dimulai sejak tanggal 10 Agustus 2020 lalu. Waktu itu, sesudah melaksanakan sholat shubuh dengan tekad bulat ia beranjak dari kediamannya.

Dengan menggandeng tas yang berisikan berkas penting perjalanan dan pakaian ganti, ia mengayuh pedal sepedanya. Niat besar yang terencana, mengarahkan roda sepedanya menuju perbatasan antara Sumatra Barat – Provinsi Bengkulu.

“Saya tidak terlalu ingat tanggal berapa tiba disini (Kota Bengkulu). Jelasnya, saya sampai setelah sekitar lima atau enam hari perjalanan,” kata Zulkifli.

Dalam perjalanan, tidak ada hambatan berarti yang menjadi penghalang petualangannya. Sebab, pria berambut ikal hanya melakukan perjalanan ba’da shubuh hingga menjelang maghrib.

“Setiap mau masuk waktu sholat, saya selalu berhenti di masjid terdekat. Kalau malam, saya juga istirahat sambil itikaf di masjid,” tutur Zulkifli.

Sepertinya, Allah memberikan berkah dalam perjalanan pria berbody ramping. Sebab, rencana melaksanakan upacara HUT RI ke-75 di Kota Bengkulu terbayar lunas. Oleh karena itu, ia menyimpan keinginan untuk bertatap-muka dengan Walikota Bengkulu, Helmi Hasan.

“Alhamdulillah, saya dapat upacara disini. Saya juga ingin sekali bersilaturrahmi kepada pak Walikota,” ungkap Zulkifli.

Ia melanjutkan, perjalanan ini merupakan kali kedua dilakukannya. Sebelumnya, tour bersepeda seorang diri perdana berlangsung awal tahun 2019 lalu. Dan, pria berkulit gelap memilih Provinsi Banda Aceh sebagai titik startnya.

Saat itu, sebelum memulai start di Kota Serambi Mekkah. Zulkifli telah melakukan pemanasan dengan bersepeda dari Kabupaten Agam menuju Nanggroe.

Dalam touring yang memakan waktu satu tahun lima belas hari itu, Zulkifli telah mengarungi seluruh aspalan jalan di Pulau Sumatra. Hanya tersisa Provinsi Lampung sebagai pengesahan pertualangan.

“Dari nol kilometer Banda Aceh, Medan dan sampai kesini sudah saya lewati. Tinggal Lampung dan rencananya, saya akan nyebrang dari sana,” pungkas Zulkifli.

Lantas itu, Zulkifli meminta doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar hajatnya melakukan perjalanan, berjalan lancar. “Jika Allah mengizinkan, saya juga ingin berjumpa dengan Presiden RI, Joko Widodo,” tutup Zulkifli.

Alfi Kurnia